33. Angelic Sword

46 2 0
                                        

BRAKK!!

Pintu kandang terbuka begitu Alzhery menarik kuda putihnya keluar. Lelaki itu kemudian menunggangi kudanya menuju gerbang besar istana.

Saat hampir sampai di depan gerbang, Alzhery memelankan laju kudanya. Tampak dua orang penjaga gerbang berdiri saat melihat Alzhery. Al sedikit mencondongkan tubuhnya ke samping. "Jika Yang Mulia mencariku, bilang saja aku sedang berpatroli."

"Baiklah, tapi..."

Begitu satu penjaga lain membuka gerbang, Alzhery segera menjalankan kudanya keluar. "Aku akan segera kembali..." serunya seraya pergi dari sana.

Alzhery memacu lari kudanya memasuki hutan lebat. Setelah dua puluh menit, barulah mereka keluar dari hutan itu. Kini suara arus sungai menyambutnya. Puncak atap-atap rumah pemukiman sudah terlihat. Pertanda tempat yang ia tuju semakin dekat.

Desa Castellar. Sebuah plang yang tertancap di salah satu sudut rumah  menjadi identitas dari wilayah pemukiman itu. Alzhery menghentikan laju kudanya di depan sebuah rumah.

Terlihat kuno namun masih kokoh. Lelaki itu memasuki rumah seraya mengedarkan pandanganya ke segala penjuru. "Paman...?"

Tak ada sahutan satu pun  meski beberapa kali Alzhery berseru. Laki-laki itu kemudian masuk ke kamarnya dan duduk mendarat di kasur.

"Lupakan soal keinginanku! Apa kau tidak ingat padaku? Aku Alliona. Kita berdua telah masuk kedalam portal dimensi siang tadi."

Perkataan itu masih membayangi kepala Alzhery. Ia tidak menyangka Putri Alliona sampai menunggunya pulang untuk menanyakan hal itu. Namun Alzhery juga tidak mengerti apa yang Putri Alliona bicarakan. Ia tidak ingat apapun tentang portal dan kejadian kemarin siang yang dialaminya seperti yang perempuan itu katakan.

Alzhery tak sengaja melirik foto masa kecilnya dengan adik perempuannya yang berada di nakas. Begitu juga foto ayah dan ibunya. Tentu, Alzhery sangat merindukan mereka terutama sang adik. Entah apa yang terjadi dengannya saat itu. Alzhery merasakan ada sesuatu di hati dan pikirannya saat berada di dekat Putri Alliona. Sesuatu itu lah yang tidak bisa Al ketahui apa artinya.

Setelah itu, Al bergegas membuka laci lemari nya. Ia mengambil sebuah kotak hitam dan membukanya. Isi dalam kotak itu adalah batu permata hijau yang menyala. Dengan segera ia memasukkan kotak itu kedalam saku jaketnya lalu keluar dari kamar.

Saat Alzhery baru saja membuka pintu rumah, dirinya langsung dibuat terkejut dengan pamannya Denov yang tengah menghindar dari serangan mahkluk mengerikan. Dengan gerakan secepat kilat, Denov menusuk dada mahkluk yang ternyata adalah iblis itu dengan pedangnya.

Seketika asap pekat keabuan muncul seiring iblis itu lenyap. Denov pun menoleh kearah Alzhery yang sedang mematung di depan pintu lalu menghampirinya.

"Apa yang terjadi paman?"

Saat Denov hendak membuka mulut, Alzhery tiba-tiba meneriakinya.

"Paman awas!!"

Dengan cepat Denov berbalik. Sejurus kemudian Pria itu sudah berhasil menghujamkan pedang miliknya kearah iblis yang hendak menyerangnya dari belakang.

Iblis berubah wujud itu mengerang. Menunjukkan wajahnya yang penuh dengan tentakel dan gigi-gigi tajam sebelum akhirnya lenyap.

Never Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang