Jangan lupa baca cerita My Sweet Idol. Up setiap hari!
Happy Reading<3
•••
Sekitar dua minggu lebih akhirnya Kia diputuskan untuk masuk TK yang sudah dibayarkan oleh Darel. Dan hari ini adalah hari pertama Darel dan Bintang mengantarkan Kia menuju sekokah.
Darel juga memilih izin diawal pembukaan Minggu demi mengantar sang buah hati.
"Papaaa, Kia sangatt tidak sabal" girang Kia duduk dijok belakang mobil sambil membawa botol minum bergambar berbie itu.
Bintang mengulas senyumnya hangat, jika dilihat seperti ini, rasanya Bintang tidak janda dan masih memiliki suami seutuhnya. Tapi balik lagi ke keadaan yang nyatanya mereka sudah benar-benar berpisah.
"Nanti Kia gak boleh pulang dulu sebelum dijemput sama papa ataupun buna. Oke?" Peringat Darel yang diangguki oleh Kia.
Kia menatap bangunan sekolah dan banyaknya taman bermain membuat ia tidak sabar.
Sebenarnya Bintang ingin menemani Kia dihari pertama tapi dilarang oleh pihak sekolah agar sang anak bisa berlatih mandiri sejak dini.
Guru TK juga menyarankan agar menamani sang anak maksimal 2 kali dalam seminggu.
"Kiss dulu" ucap Darel menyodorkan pipinya dan langsung disambut kecupan basah oleh Kia.
Bintang juga mensejajarkan tubuhnya demi mencium wajah sang anak.
"Gak boleh nakal, harus berteman" ucap Bintang memberi nasihat yang diancungi jempol oleh Kia.
Setelah itu Kia masuk kedalam sekolah dengan salah satu guru yang menjemputnya.
"Bangga banget sama anak kita" ucap Darel tiba-tiba dan merangkul bahu Bintang sehingga Bintang tidak bisa menghindar.
"Kamu setelah ini mau kemana?" Tanya Darel membukakan pintu mobil lalu berlari pelan memutari mobil agar segera masuk kedalam.
"Gak ada, nanti aja deh belanjanya setelah Kia pulang"
"Kenapa gak sekarang aja?"
"Kamu kan harus balik kerja. Aku gak mau kerjaan kamu terhambat gara-gara kita keluyuran gak jelas"
"Apanya yang gak jelas sih sayangg?? Kan udah jelas kalo sekarang temanya 'seharian ikutin kemauan calon istri'" jawab Darel tertawa ringan dan Bintang hanya mendelik sebal.
Sejak kapan Darel Bagas Prayoga yang sangat amat kasar dan dingin menjadi pemuda yang romantis dan humoris?.
"Gak jelas" gumam Bintang mengalihkan pandangannya menatap jendela dengan wajah yang mulai memerah.
•••
Setelah mengantar Bintang kembali ke rumah. Darel langsung melajukan mobilnya menuju kantor, saat ini jabatan Darel sendiri sudah mulai berkelas akibat banyaknya kemajuan dari kantor yang disebabkan oleh giat dan bagusnya progam kerja yang Darel buat.
"Pak Darel darimana?" Tanya salah satu CEO yang sudah ia anggap sahabatnya karena mereka seumuran dan mudah bergaul.
"Biasaaaaa... anterin anak sekolah" jawab Darel meringis dan hanya ditertawakan oleh Brams. A.k.a CEO muda tersebut.
"Gimana perkembangannya?"
"Alhamdulillah lumayan maju. Doain aja ya bre" jawab Darel lagi dan tertawa geli.
•••
Kehidupan mereka terus berjalan, Darel dengan sabar dan setia menunggu Bintang membuka hati.
Saat ini Darel sedang menunggu Kia pulang sekolah, ia berdiri didepan mobil dengan gaya kerennya. Dia juga sudah menghubungi Bintang bahwa ia akan langsung membawa Kia ke sebuah cafe tempat kerja dulunya untuk sekedar makan.
Bintang tentu tidak menolak, tetapi saat Darel menawarkan agar Bintang ikut, Bintang langsung menolak karena ia sendiri masih memiliki banyak pekerjaan.
"Papaaaa!!!" Teriak Kia dari gerbang utama dan berlari merentangkan tangannya. Darel tersenyum gemas dan ikut merentangkan tangan guna menagngkap tubuh gembul sang anak.
"Buna mana?" Tanya Kia menggandeng tangan Darel untuk masuk kedalam mobil.
"Buna lagi sibuk, sekarang papa mau me time sama Kia" gemas Darel mengangkat tubuh sang anak lalu mendudukkannya dikursi depan.
Setelah memutari dan menduduki posisi supir, Kia dengan tingkat kekepoannya mulai bertanya.
"Me time tu apa?"
"Me time itu waktu sendiri, tapi karena papa kangen Kia, jadi papa ajaknya Kia" jelas Darel dan Kia hanya mengangguk.
"Gimana sekolahnya hari ini?" Tanya Darel mengalihkan.
"Senang! Kia senang sekali memiliki banyak teman belmain" jawab Kia antusias. Kia benar-benar merasa anak yang paling bahagia saat disekolahkan dan memiliki banyak teman. Meskipun dulu kisah hidupnya sekeras itu, Kia tidak ingin mengingat yang membuat hati dan moodnya turun karena hari ini ia akan menghabiskan seluruh waktunya bersama sang papa.
•••
Digelapnya malam, Bintang terbangun dan melihat Kia yang bergerak gelisah dengan bibir terbuka kecil dan bergumam menyebut kata "papa".
"Kia" ucap Bintang menggoyang pelan tubuh Kia yang hangat. Bintang jadi merasa khawatir dan langsung menelfon Darel agar segera kerumahnya.
Dikamar lain, Darel yang mendengar kabar sang anak sakit harus bergegas cepat dan menerobos dinginnya malam karena ia memilih menggunakan motor.
Ia menerobos, melenggak lenggokan badan motornya walau dadanya merasa sesak dijalan.
'Jangan sekarang Tuhan' batin Darel melajukan lebih cepat motornya.
Saat dipersimpangan jalan, Daren dengan bodohnya tidak melihat adanya sebuah mobil yang melaju dari arah kanan dengan kecepatan penuh hingga menabrak Darel keras dan Darel harus terseret hampir 1 kilometer akibat rem dari mobil itu juga tidak berfungsi.
BRAKKKK.....
•••
GARA-GARA kemaren lagi sedih dan diteror up, jadi yaudah aku luapin disini. Part ini pendek, Insyaallah besok up lagi kalo gak ya lusa. 1k Vote dan ratusan komen tapi ya :)
SPAM KOMEN >>>>
LANGSUNG ENDING AJA GIMANA?
JANGAN kasih hate komen dulu kalo belum tau akhirnya. Soalnya aku lagi pusing dimabuk kerjaan dan ujian. Pweasss!
VOTE!
VOTE!
VOTE!
Jangan lupa baca cerita My Sweet Idol. Up setiap hari!
Cmiwiw<3
KAMU SEDANG MEMBACA
Imperfect Young Papa
Novela JuvenilBintang terkejut sesaat, tetapi langsung tersenyum hangat saat melihat Darel pelakunya. Darel dengan manja meletakkan kepalanya di bahu Bintang sambil sesekali melihat masakan Bintang dan menghirup aroma masakan Bintang yang menggunggah selera. "J...
