Happy reading 🌹***
Reline mengerjapkan beberapa kali saat melihat pergerakan dari tangan Ravael dan beberapa menit kemudian mata nya mulai terbuka ,membuat semuanya yang ada di sana termasuk galih memeluknya erat.
Setelah itu barulah galih memanggil dokter karena sedari tadi memencet alat yabg berada di ranjang Ravael untuk memanggil dokter, namun dokternya tidak datang, al hasil galih harus memanggil nya sendiri.
Wajah galih tampak sangat cemas, apa rasa sayang itu telah ada terhadap dirinya untuk Ravael?
"Bagaimana keadaan nya dok?!,"tanya reline antusias, saat beberapa orang berseragam putih itu keluar.
"Syukur Bu, Ravael sudah melewati masa koma nya dengan baik, keadaan Ravael Sekarang sudah membaik, dan setelah saya periksa tadi, luka tancapan pisau itu juga sudah mengering, kemungkinannya lusa ini dia sudah di perbolehkan untuk pulang,"terang dokter.
Ketiga nya menghembuskan nafasnya lega, senyum mereka mulai terbit kembali.
"Ada yang perlu ditanyakan lagi?,"tanya dokter.
"Tidak dok, terimakasih,"kata galih.
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi,"ucap dokter,lalu melangkah pergi.
_________
°°°°°°°°°°°
____________Di tengah malam seorang pria tengah duduk sambil menghisap sebatang rokok. Dia menatap kedepan dengan kosong, walaupun sudah berobat ke rumah sakit mana pun, akan tetapi wajah pria itu masih saja terlihat bekas-bekas tonjokan, yang mana ia di hajar habis-habisan karena kesalahan yang ia perbuat sendiri.
Pria tersebut adalah Bryan, dia sangat merasa bersalah karena telah memperlakukan Kathrine seperti itu, bagaimana pun Bryan harus meminta maaf. Bryan rasa ia harus sesegera mungkin meninggalkan kota ini, pergi jauh dari sini, agar tak ada lagi orang yang akan tersakiti.
Sedangkan di tempat kediaman Kathrine, dia memilih untuk beristirahat malam ini, dan urusan anak tangga untuk sampai kmembereskan rumah besok saja.
Kathrine berjalan menaiki beberapae kamar nya, Kathrine membuka pintu kamarnya lalu menghidupkan lampu,mengganti pakaiannya.
"Tok!,tok!,tik!,"suara ketukan pintu kamar Kathrine begitu lembut.
Sudah tiga kali nya ia mengetuk pintu kamar Kathrine yang.
Lantas Renald langsung membuka pintu kamar Kathrine ,saat dia berhasil masuk,Renald tidak melihat ke hadirannya, beberapa menit kemudian terdengar suara gemercik air dari dalam kamar mandi, tidak salah lagi,mungkin Kathrine sedang di kamar mandi.
"Sayang nak,papa beliin sesuatu nih buat kamu, papa taruh di atas kasur aja ya!,"terang Renald.
"Iya pa!,"jawab Kathrine.
Memang benar rupanya, Kathrine ada di dalam kamar mandi.
"Nak,papa juga beli sup ayam kesukaan kamu loh,papa taruh di meja makan dapur, nanti turun ya,kita makan bareng nak"
"Iya pa,"jawabnya lagi.
"Ya udah papa keluar dulu"
Jawab Kathrine, "iya"
Natasha menangis tersedu-sedu saat mengetahui jika Alexa telah tiada, ingin rasanya berziarah ke makam nya, tapi Natasha tidak bisa melakukan hal itu, ia hanya bisa menitipkan beberapa doa kepada Alexa, doa rindu dan sayangnya.
"Lexa, Lo yang tenang ya di sana,gue janji nanti di saat gue pulang ke Indonesia,gue akan jengukin Lo, maaf belum bisa kesana, maafin gue lexa kalau selama ini punya banyak banget kesalahan sama Lo, gue minta maaf,"gumam Natasha,dengan matanya yang sudah berkaca-kaca sedari tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
Betrayal is sweet ||On Going||
Novela Juvenil‼️ Budayakan follow terlebih dulu sebelum membaca dan jangan lupa tinggalkan 🌟 di sana‼️ ___(be mine? 'BERAWAL DARI KEMATIAN MAMANYA... DAN PENEROR MISTERIUS?'..... "Heh kalau jalan liat-liat!"Kathrine bangkit dan menatap segerombolan cowok itu kes...