9.papa

14 21 5
                                    

           Apa kabar semuanya...??
       Lagi usahain up ni...
    Walaupun lagi buanyaak tugas.
     Demi kalean rela begadang....

                    Happy reading 🌹

***
  Pagi ini adalah pagi yang Kathrine nanti-nantikan.

"Huff...leganya hari ini gue bisa pulang ke rumah"seru Kathrine yang tengah membereskan baju-baju nya untuk segera pulang.

Dan 'yap' selesai.

"Sa,pulang dari sini mampir ke butik yuk?"

"Besok aja,kata dokter Lo harus istirahat di rumah sementara kan"

"Bosen gue tiduran mulu"

"Besok kan udah bisa sekolah,sehari juga kan?"

Kathrine menjawab nya malas.
"Hmm ...iya deh"

"Gue udah mesen taxi online ni, bentar lagi nyampe"ucap charlisa yang teru berjalan bersama Kathrine menuju lobby rumah sakit sambil mengecek ponselnya.

Charlisa terlalu fokus dengan ponselnya,sampai tidak melihat seorang gadis remaja yang baru ia tabrak.

Brakh...

"Maaf saya gak sengaja"ucap charlisa.

Antusias membuat Kathrine mengulur kan tangannya ingin menolong gadis itu,karna kelamaan menuggu charlisa yang tengah mengkotak Katik handphone nya,guna mematikannya.

Di tepis nya tangan Kathrine kuat,dengan sombong ia bangkit dan menatap mereka penuh dendam,walaupun wajahnya di tutupi masker.

"Gak usah sok baik Lo!"

"Wanita munafik!"gadis itu menekan setiap kata-kata nya,membuat Kathrine dan charlisa melototi nya penuh tanda tanya.

"Heh,urusan lo sama gue"tutur charlisa.

"Temen gue baik ya,mau nolongin Lo,gak usah Lo kata-katain dia"peringat charlisa.

"Temen Lo itu sok baik!"ucap nya melenggang pergi meninggalkan Kathrine dan charlisa yang terdiam,mencoba untuk memikirkan dimana letak kesalahan Kathrine,
sampai dia berkata-berkata seperti itu tadi.

"Tu cewek udah Lo tolongin, marah-marah ga jelas"

"Udah lah sa,gue males ladenin orang yang gak punya sopan santun sama sekali,kayak tu cewek"

"Tapi kalau di lihat-lihat dari sekilas,tu cewek mirip Rachel ya?"pikir charlisa saat melihat tatapan Rachel.

"Dan di tambah suaranya tadi tu mirip banget,tapi ga terlalu jelas karna pake masker"tutur charlisa lagi.

"Masa sih"ujar Kathrine masih bingung.

"Mungkin aja ,di lihat sikap nya rada aneh akhir-akhir ini"

"Dari pada kita mikirin tu cewek,kalau mau info yang lebih akurat,mending kita nanya aja besok sama Rachel nya,biar lebih jelas"usul Kathrine,seraya mendapatkan anggukan dari charlisa.

"Cling,cling!"
Suara notifikasi handphone charlisa yang berbunyi berulang kali.

"Eh,sampe lupa gue Rin,ini taxi online nya udah nungguin kita di lobby depan"

"Gara-gara tu cewek"

Dengan langkah gontai mereka berjalan ke arah luar lobby,agar pak taxi tidak mengchancel pesanan mereka.

"Pak!,saya dengan charlisa"suara terputus-putus karna di ajak lomba lari dengan mobil taxi yang ingin melaju.

Pak supir kemudian menghentikan mobilnya,seraya terburu-buru Kathrine dan charlisa menaikinya.

Betrayal is sweet  ||On Going||Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang