[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ethan sedari tari terus berkutat pada penampilannya di depan cermin. Pagi ini dirinya bangun lebih awal dan semangat seolah tidak sabar untuk pergi ke tempat yang akan didatanginya bersama sang ayah. Bahkan, semalam dirinya sulit tidur karena terus memikirkan Olivia yang sebentar lagi akan ditemuinya. Ia juga memikirkan bagaimana dirinya harus bersikap karena sejujurnya ia masih ingin berinteraksi secara normal dengan perempuan itu walau mereka saling menghindar akhir-akhir ini.
Tok tok tok!
Sebuah ketukan pintu kembali terdengar disusul dengan suara pelayan untuk kedua kalinya yang mengingatkannya untuk sarapan karena sedari tadi dirinya terlalu sibuk dengan penampilan seolah ingin terlihat tampan di hadapan Olivia nanti.
"Aku akan segera turun," balasnya kemudian tak lama keluar dari kamar.
Ketika sudah sampai di ruang makan, ia sudah menemukan keluarganya berkumpul menunggu dirinya untuk bergabung. "Ekhem! Selamat pagi. Maaf, kalian menunggu lama."
"Pagi juga, Ethan. Jangan dibiasakan terlambat untuk sarapan," tegur Allen yang hanya dibalas Ethan dengan gumaman tak sopan. Ia segera menghampiri kursinya, dan mulai memakan sarapannya ketika sang ayah sudah memulai suapan pertama.
Hanya terdengar dentingan alat makan di meja itu, suasananya begitu sunyi sehingga suara senandung tanda bahagia darinya bisa terdengar oleh seseorang yang duduk di dekatnya—yaitu Allen dan Erick.
"Ada apa dengannya?" tanya Erick entah pada siapa, namun sang ayah yang paham pun menjawab hingga membuat Erick tersedak makanan.
"Ingin bertemu dengan Olivia."
Uhuk! Uhuk!
Sambil batuk karena tersedak, Erick terlihat menunjuk-nunjuk ayahnya sambil bergumam tidak jelas.
"Benar! Yang itu!"
Ia baru mengingat nama perempuan yang pernah ditemuinya di pusat perbelanjaan bersama Ethan.
"Erick," tegur Ethan agar adiknya itu tidak berbicara kelewat batas. "Tidak baik makan sambil berbicara," tegurnya lagi sambil melirik ibunya untuk meminta bantuan.
"Benar apa yang dikatakan kakakmu. Lihat, kau juga tersedak, 'kan?" Zoia ikut menegur sambil memberikan segelas air pada Erick yang masih terbatuk-batuk.
Ethan awalnya merasa lega melihat Erick terdiam karena fokus menetralkan tenggorokan yang gatal karena tersedak, itu tandanya tak akan ada lagi yang menggodanya di meja makan ini. Namun, perkiraannya salah karena karena ada si bungsu yang selalu merasa penasaran.
"Olivia? Dia itu siapa?" tanya Emma yang langsung dibalas oleh Erick.
"Dia itu perempuan yang pernah kutemui di mall bersama Ethan. Aku pernah menceritakannya. Kau ingat, 'kan?"
"Oh, jadi hari ini kau ingin bertemu dengannya?" tanya Emma kepada Ethan.
"Tidak, aku akan menghabiskan waktu dengan bermain tenis hari ini."