40. Resolve

14.2K 305 4
                                        

Baca bab ini dengan pelan-pelan, ya ... biar feel-nya dapet.

 biar feel-nya dapet

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Seorang perempuan terlihat duduk sendirian di sebuah kafe ditemani sebuah minuman segar di atas mejanya yang baru saja disajikan oleh sang pelayan kafe. Jari indahnya sesekali mengetuk meja, sesekali menyentuh gelas untuk dibawanya ke arah mulut seolah ingin menetralkan perasaan gelisahnya di pagi yang cerah ini.

Helaan napas lembut keluar dari mulutnya ketika melirik arloji yang menunjukkan waktu bahwa dirinya memang terlalu awal berada di tempat pertemuan sesuai janjinya bersama seseorang. Tidak, itu bukan karena dirinya bersemangat, melainkan karena dirinya merasa gelisah dan ingin segera menyelesaikan masalah dengan seseorang yang akan bertemu dengannya di kafe ini.

"Valerie, kau pasti bisa menghadapinya," monolog perempuan itu sambil mengatur napas, memanfaatkan waktu selama dua puluh menit untuk mempersiapkan mental sebelum Maxime tiba sesuai janji.

Sebenarnya ... ia dan lelaki itu sudah tak ada urusan—maksudnya sudah tak perlu lagi untuk bertemu langsung karena misi mereka sudah selesai. Namun ia berubah pikiran sekarang, ingin segera membatalkan kerja sama dengan Maxime sehingga dirinya sendiri yang duluan mengajak untuk bertemu.

Selama beberapa hari berpikir, ia sudah sadar bahwa perbuatannya bersama Maxime kali ini memang tidak benar. Ia jadi melupakan bagaimana baiknya Ethan sebagai sahabat hanya karena amarah dan sakit hati akan pengkhianatan yang dilakukan Ethan sebagai kekasihnya.

Bukannya merencanakan balas budi untuk Ethan, ia malah merencanakan balas dendam pada sahabatnya itu. Seharusnya pengkhianat Ethan di hubungan ini tidak sebanding dengan segala perlakukan baik lelaki itu selama ini.

Bukan tanpa alasan ia berpikir seperti itu karena sebenarnya hubungan asrama mereka berdua selama ini berawal dari kesepakatan bersama. Hanya dirinya seorang yang menggunakan perasaan di dalam hubungan karena sudah lama jatuh cinta pada Ethan sejak berusia dua belas tahun.

Dari awal berkenalan, ia terus memanfaatkan perasaan iba Ethan agar terus berada di dekatnya. Ia ingat dulu Ethan mendekatinya hanya karena perasaan bersalah bahwa Allen—ayah kandung dari lelaki itu—membunuh ayahnya.

Ia sangat terpukul pada saat itu—berakhir menyendiri dan menutup diri, tidak lupa membenci keluarga Loen yang sudah menghancurkan keluarganya. Namun, perasaannya semakin campur aduk ketika mengetahui fakta bahwa ternyata ayah kandungnya sendiri yang berniat berbuat jahat pada keluarga itu.

Dosa yang ia tahu adalah ayahnya pernah menculik Zoia kemudian sedikit menyentuh sebagai gertakan. Suami mana yang tidak akan murka melihat istrinya di sentuh? Terutama, sang ayah hanyalah suruhan dari pihak besar untuk menjatuhkan keluarga Loen.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang