53. Suspicion

8.2K 317 18
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Olivia menyambut kepulangan Oliver dan Anya dengan tatapan tajam sambil bersedekap dada.

"Lama sekali."

"Bukannya sesuai perjanjian bahwa kami akan pulang sore?"

"Lihat jam berapa sekarang?" Oliver menunjuk sebuah jam dinding yang sudah menunjukkan pukul enam sore. "Itu hanya batas maksimal. Seharusnya kalian pulang lebih cepat."

"Kau sendiri tidak menjelaskan bahwa itu adalah batas maksimal."

"Harusnya kau mengerti!" pekik Olivia merasa kesal.

"Kenapa kau berlebihan sekali? Anya aman bersamaku. Mungkin dia lebih bahagia bermain di luar daripada di rumah."

Olivia seketika bungkam mendengar ucapan Oliver yang menamparnya. Itu tidak salah bahwa Anya selalu merasa kesepian setiap menghabiskan waktu dengannya di rumah.

"Lain kali ikutlah bersama kami, aku akan lebih sering mengajak Anya keluar rumah. Kau juga harus bersenang-senang, jangan terus fokus pada pekerjaan dan mengurung diri di rumah."

Namun, Olivia terlihat tak peduli dan lebih memilih menghentikan obrolan mereka dengan mengajak Anya untuk mandi.

"Anya, ayo mandi."

Ia membantu melepas pakaian sang anak namun tak sengaja ia menghirup aroma parfum yang familier. Ia tahu merek dari parfum ini dan tahu siapa yang sering memakainya.

Masih ingin memastikan, ia menghirup dengan benar pakaian yang tadi dikenakan sang anak kemudian menemukan bahwa aroma parfum itu memang menempel di sana.

"Kenapa, Mama?"

Ia tak dulu menjawab, hanya menatap kedua mata Anya bergantian.

"Tidak apa-apa. Apakah main bersama Uncle Oliv menyenangkan?"

Anya menjawab dengan singkat, sengaja tak bercerita banyak agar tak berakhir keceplosan. Namun Olivia tak merasa curiga karena sadar interaksinya dengan Anya memang sedikit dingin akhir-akhir ini.

Kini, hanya Oliver satu-satunya yang bisa menjawab kecurigaannya. Ia segera menghampiri kembarannya itu setelah selesai memandikan dan mendandani sang putri kecil.

"Kau belum mandi?" tanyanya basa-basi pada Oliver yang tengah menonton televisi.

"Sebentar lagi. Aku ingin menonton film favoritku terlebih dahulu."

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang