54. Small Voice

10.1K 395 14
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Tangan Olivia bergerak teratur menyisir rambut Anya dengan lembut seolah menyalurkan rasa kasih sayang. Ia sesekali tersenyum mendengar sang anak bersenandung kecil tanda bahagia karena akan pergi keluar rumah bersama sang paman.

Kepalanya kini ia majukan untuk mencium surai sang anak yang mengeluarkan aroma buah-buahan khas sampo, kemudian ia kembali mengamati penampilan buah hatinya yang sudah terlihat rapi.

"Cantik sekali."

Sebenarnya ia memuji dirinya sendiri karena berhasil mendandani sang anak secantik mungkin—terlebih setelah melihat dress buatan tangannya yang begitu cocok dengan sang putri.

Sebenarnya ia memuji dirinya sendiri karena berhasil mendandani sang anak secantik mungkin—terlebih setelah melihat dress buatan tangannya yang begitu cocok dengan sang putri

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah memastikan penampilan Anya dengan baik, ia kini beralih mengecek sebuah tas yang berisi pakaian dan barang-barang putrinya. Tak boleh ada yang ketinggalan sedikit pun karena ini pertama kalinya Anya bermalam di luar rumah tanpa kehadirannya.

"Apa kau merasa senang, Anya?" tanyanya yang dijawab putrinya dengan anggukan antusias. Jika begini, dirinya tentu tak bisa menolak keinginan Anya dan Oliver yang ingin bermalam di rumah Bryna.

Nyatanya, ia tak tahu bahwa Oliver telah membohonginya. Tak ada acara menginap di rumah Bryna, justru Oliver dan Anya berniat menginap di hotel bersama Ethan.

Setelah memastikan anaknya sudah siap untuk pergi, ia kini fokus pada diri sendiri selagi Oliver belum memanggil. Dengan segera ia mencari pakaian semi formal untuk dikenakannya karena harus menemui seseorang yang berkaitan dengan pekerjaannya saat ini.

Aktivitasnya terpaksa terjeda ketika mendengar suara ketukan pintu disusul dengan suara Oliver yang memanggil Anya. Ia pun membuka pintu mempersilakan Oliver untuk membawa putrinya yang sudah terlihat tak sabar.

"Rapi sekali pakaianmu. Kau juga ingin ikut dengan kami?" tanya Oliver ketika mendapati Olivia memakai pakaian rapi tanda akan keluar rumah. Ia jadi merasa khawatir jika saudari kembarnya itu ingin ikut bersamanya, nanti kebohongan dan rencananya yang tersusun selama ini bisa terbongkar.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang