[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya sudah tiba. Yakni hari di mana Ethan bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama Anya, sang putri kecil tercinta. Bahkan Ethan rela mengambil cuti pekerjaan membuat keluarga dan rekan kerjanya kebingungan seolah itu adalah hal yang aneh. Bagaimana tidak, ini adalah cuti pertamanya semenjak bekerja.
"Papa!"
Oh, Ethan bisa mendengar suara familier sang putri ketika ia berjalan keluar dari stasiun kereta cepat. Panggilan itu kembali ia dengar diiringi suara langkah kecil yang nyaring.
"Perhatikan langkahmu, sayang," tegurnya sambil menghampiri dengan langkah lebar agar Anya tak banyak berlari. Mereka pun berakhir berpelukan dan saling memberikan kecupan di pipi.
"Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik, Papa. Aku tidak akan sakit lagi," jawab Anya yang mengetahui bahwa sang ayah selalu mengkhawatirkan kondisi kesehatannya.
"Kalau begitu, bagaimana kabar mamamu? Sedang apa dia tadi?"
"Sedang menjahit karena Bibi Beth memesan banyak baju."
Mendengar jawaban Anya, Ethan pun penasaran dan bertanya pada Oliver yang sedari tadi diam memperhatikan.
"Olivia membuat pakaian? Dia bisa menjahit?"
"Iya. Semenjak pindah ke kota ini, dia selalu mencari kesibukan yang akhirnya berakhir dengan les menjahit. Karena keterampilannya mumpuni, kegiatan itu bisa dijadikan untuk mencari uang."
"Oh." Ethan mendengar cerita Oliver dengan perasaan senang dan bangga. "Apakah dia sepenuhnya menghidupi Anya? Atau ada yang membantunya?"
"Kau pasti mengenal ayahku, mana mungkin dia membiarkan Olivia menghidupi Anya sendirian. Namun karena Olivia sama keras kepala membuat ayahku tidak mengirim uang, melainkan langsung memberikan sebuah benda yang dibutuhkan Anya."
"Ah, aku adalah ayah yang jahat. Bodoh sekali tak pernah sekali pun menafkahi anaknya," ucap Ethan sambil menatap sendu wajah sang putri yang sedang sibuk memainkan jari besarnya.
"Benar," ejek Oliver membuat wajah Ethan semakin masam. Namun ketika ia melanjutkan kalimatnya, wajah ayah dari keponakannya itu berubah terkejut. "Kau memang bodoh sampai terkalahkan oleh ayahmu sendiri. Tuan Loen menafkahi anakmu dengan nominal uang yang luar biasa besar."
"Hah?"
Melihat wajah pucat Ethan membuat Oliver tertawa terbahak-bahak sampai menjadi pusat perhatian beberapa orang di sana.