[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Sebuah mobil melaju pelan membelah indahnya kota di malam hari. Isakan tangis samar diiringi suara mesin mobil terdengar memecah keheningan di antara sejoli yang saling mendiami karena sempat bertengkar.
"Ayo, aku antar sampai depan pintu," ucap Ethan sambil melepaskan sabuk pengaman yang dibalas Olivia dengan gelengan kepala tanda menolak. Namun tentu saja Ethan tidak akan patuh, citranya akan jelek jika Vander dan Sarah sampai mengetahui Olivia menangis karenanya.
"Sudah kubilang tidak usah mengantarku." Olivia berucap setelah mendapati Ethan ikut masuk ke dalam halaman rumahnya sehingga sekarang mereka berakhir berjalan beriringan.
Belum saja mereka menapak teras rumah, sebuah suara deruman mobil yang baru memasuki halaman membuat perhatian mereka teralihkan. Tidak hanya itu, pintu rumah sekarang terbuka menampilkan seorang perempuan paruh baya yang ingin menyambut kepulangan sang suami.
"Olivia ... Ethan?" sapa Sarah dengan senyuman manis yang selalu setia ditunjukkan.
"Kebetulan ayahmu juga baru pulang—eh? Ada apa dengan wajahmu?" Sarah seketika terkejut setelah melihat dengan jelas wajah sang putri yang sudah berada di dekatnya. Tangannya kini menggerakkan tubuh Olivia ke kanan dan ke kiri seolah ingin memeriksa ada luka di sana.
"Ehm, bunda ... Olivia tadi sempat menangis karena uangnya hilang. Kebetulan aku bertemu dengannya, jadi aku bisa mengantar pulang," ucap Ethan tak sepenuhnya berbohong.
"Apa itu?" tanya Vander tiba-tiba yang ternyata sudah berada di dekat mereka dan menguping sebagian perbincangan. Lelaki paruh baya itu berdiri di antara keduanya, namun matanya fokus pada sesuatu yang dibawa sang putri.
"Camilanku. Ethan yang membayarnya," jawab Olivia sambil menunjukkan kantong plastik berisikan beberapa makanan dan minuman ringan yang dibayar Ethan kepada si lelaki berpakaian rapi.
Beruntungnya Vander terlihat tak penasaran. Paruh baya itu lebih memilih bergumam paham, kemudian masuk ke dalam rumah meninggalkan mereka bertiga yang sejak tadi berdiri di teras.
"Ya ampun, Olivia. Kalau begitu ayo kita masuk. Sebagai ucapan terima kasih, mari kita makan malam bersama."
"Oh, itu akan merepotkanmu. Aku sangat tulus bisa membantu Olivia," ucap Ethan sambil menggaruk tengkuk tanda canggung.
"Tidak merepotkan sama sekali. Kau sudah membantu Olivia beberapa kali."
Sarah yang menunjukkan senyuman hangat pun membuat Ethan luluh. Sejujurnya, orang baik seperti Sarah dan ibunya benar-benar kelemahannya. Jadinya ia merasa jijik terhadap diri sendiri karena sudah menyakiti dua perempuan sebaik mereka.
"Kalau begitu aku akan dengan senang hati menerima ajakan malam bersama kalian."
Demi melakukan pendekatan dengan keluarga Loris, Ethan melupakan bahwa dirinya harus segera pulang ke unit apartemen dan menghubungi Valerie.