55. Face to Face

10K 355 12
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

"Wow!" Oliver terpana melihat mobil baru Ethan yang terparkir di basemen hotel. Setahunya, mobil merek terkenal itu hanya diproduksi tujuh unit saja di dunia ini. Bahkan harganya dibandrol 3.1 juta euro karena memiliki empat ratusan berlian di lampu depan LED titaniumnya.

"Sialan. Aku terkalahkan," gerutunya masih bisa didengar oleh Ethan yang sedang berjalan di sampingnya sambil menggendong Anya. Sore ini mereka bertiga memang bersiap pergi menuju toko es krim terbesar di kota, makanya Oliver baru bisa melihat keberadaan mobil itu untuk pertama kali.

"Koleksi mobilmu lebih banyak dariku. Bahkan ukuran kediaman Loris terkalahkan oleh garasi mobilmu," ucap Ethan yang tak habis pikir pada keobsesifan Oliver pada mobil sport.

"Kau tak akan mengerti," sahut Oliver tanpa mengalihkan atensi dari mobil mewah itu, setelahnya ia melirik Ethan karena teringat sesuatu. "Tunggu. Kau dari Milan ke kota Roma menggunakan mobil ini?"

"Iya."

"What the—"

"Jangan berkomentar. Aku tidak peduli mobil itu akan rusak atau tidak, yang penting aku bisa memamerkan mobil baruku."

Oliver yang mendengarnya hanya bisa melongo kemudian berkata, "Naik kereta lebih cepat, tahu."

"Memang. Tapi aku juga butuh kendaraan untuk jalan-jalan bersama Anya, makanya aku menggunakan mobil kali ini."

Cih, Oliver tahu bahwa Ethan yang ingin pamer mobil baru karena biasanya mereka bertiga akan menggunakan mobilnya untuk berjalan-jalan di kota ini.

Tak mau menunggu lama, mereka pun segera berangkat menuju tujuan menggunakan mobil baru itu. Oliver terlihat senang Ethan membiarkan dirinya menyetir mobil impiannya, sedangkan Ethan sendiri duduk di bangku penumpang sambil memangku Anya.

"Apakah kau menyukainya, Anya?"

Ethan bertanya pada Anya yang sedang menjilat es krim cone di depan toko es krim tersebut.

"Enak!" jawab Anya dengan semangat tanpa mengalihkan fokus pada es krimnya sendiri.

"Setelah ini kita akan ke mana?" tanya Oliver yang sedang memakan es krim sandwich.

"Aku sudah reservasi untuk candle light dinner."

"Aku ikut, 'kan?" Oliver menunjuk dirinya sendiri sambil memasang ekspresi penuh harap.

"Tidak boleh. Nanti mereka akan menganggap kita pasangan sesama jenis yang mempunyai anak," jawab Ethan membuat Oliver tersedak es krim.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang