[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
"Ethan, apakah kau sudah makan?"
Suara lembut seorang perempuan paruh disertai tepukan di bahunya membuat si pemilik nama yang sedang tertidur seketika melebarkan kelopak mata karena terkejut. Ada jeda sebelum menjawab pertanyaan itu karena ia sedang sibuk mengumpulkan kesadarannya kemudian refleks melirik arlojinya.
Oh, ternyata sudah hampir pukul sepuluh malam. Entah sudah berapa lama ia tertidur di rumah sakit karena otaknya terlalu lelah dengan banyak pikiran sehingga memaksanya untuk beristirahat.
"Ini untuk mengganjal laparmu." Perempuan paruh baya yang tak lain adalah ibu kandung Valerie itu kini terlihat memberikan kantung plastik berisi kotak makan yang sepertinya baru saja dibeli dari kantin rumah sakit.
"A-aku tidak lapar," ucap Ethan begitu lirih karena tubuhnya sedikit terasa lemas.
"Setidaknya makan sesuatu jika kau masih ingin menemani Valerie," tekan paruh baya itu membuat Ethan terpaksa membuka kotak makan dan melahap isinya.
"Penampilanmu kacau sekali," komentar ibu Valerie ketika melihat bercak darah di kaus yang dikenakan Ethan. "Habis ini pulanglah. Bersihkan diri dan beristirahat."
"Tapi Valerie ...."
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, ada kami yang akan merawatnya. Kau bisa kembali ke sini jika kau sudah cukup istirahat. Jadi, jangan biarkan dirimu jatuh sakit jika kau mau merawatnya."
Mendengar bujukan dari ibu Valerie, Ethan hanya bisa mengangguk sambil menyuapkan makanan ke dalam mulutnya. Setelahnya, ia mengunyah pelan sambil melamun ke arah Valerie yang terbaring lemas di atas ranjang rumah sakit.
Tanpa sadar ia menitikkan air mata karena mengingat Valerie bersimbah darah. Kepanikannya saat itu semakin menjadi ketika pihak rumah sakit kehabisan stok darah dan membutuhkan pendonor darah untuk Valerie.
Sayangnya ia tidak bisa membantu mendonorkan karena golongan darahnya berbeda. Itu membuat dirinya pertama kali berdoa kepada tuhan agar ada seorang pendonor yang bisa menyumbangkan sebagian darahnya untuk Valerie.
"Oh, ponselku." Ethan tiba-tiba mengingat ponselnya yang sedari tadi ia abaikan. Tangannya meraba-raba jaket dan kantung celananya namun ia tetap tak menemukan benda pipih yang sangat berarti baginya.
"Sepertinya ini ponselmu," ucap ayah tiri Valerie sambil menunjukkan benda yang dimaksud membuat Ethan bernapas lega. Ada retakan baru di layarnya menandakan bahwa ponsel itu sempat jatuh namun ia tak menyadarinya.
"Tadi ada beberapa telepon yang masuk, tapi hanya sebentar karena ponselmu mati."
"Oh, baiklah. Terima kasih sudah menjaga ponselku, Paman."