63. The End of the Run (END)

17.2K 427 11
                                        

⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

𓆩☠︎︎𓆪

Ethan tentu panik karena ajakan menikahnya justru dijawab dengan tangisan kencang oleh Olivia. Ia merasa salah langkah lagi ... tak seharusnya ia melamar nikah saat Olivia sendiri masih ragu padanya karena kehadiran Naomi.

Bodoh sekali kau, Ethan.

"Maafkan aku ... Kau boleh menolak jika belum percaya padaku," ucap Ethan sambil menangkup kedua pipi Olivia. "Aku bisa melamarmu seratus sampai ribuan kali lagi. Aku tetap di sini, menunggumu."

Olivia memeluk Ethan, menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher lelaki itu karena merasa malu.

"Olivia, jika kau pada akhirnya menikah dengan lelaki lain ... aku akan tetap menunggu status jandamu. Jika kau ternyata tidak bisa bercerai, aku akan menjadi selingkuhanmu."

Ethan terkekeh membuat tangisan Olivia semakin kencang—bahkan sampai tak bisa bernapas. Ia juga mengeratkan pelukan, tak peduli Ethan akan merasa sesak.

Tak ada alasan besar kenapa dirinya menangis ketika Ethan melamarnya nikah. Ia hanya tidak menyangka bahwa Ethan akan seserius ini dan mencintainya sedalam ini.

Mulut lelaki yang biasanya hanya memaki dan menghinanya, kini mengeluarkan kata manis nan menyentuh untuknya. Segala perilaku yang dulu menyakitinya, justru sekarang bertujuan untuk melindunginya.

"A-aku ...."

"Sshh ... jangan dulu bicara jika kau masih kesulitan." Ethan berucap sambil mengusap-ngusap punggung Olivia. Namun, Olivia sendiri tidak tahan untuk menyatakan cinta pada Ethan.

"Aku mencintaimu."

Ethan tahu bahwa Olivia masih mencintainya. Perempuan itu yang mengatakan sendiri di awal pertemuan mereka selama empat tahun berpisah.

"Iya, aku juga mencintaimu."

Ethan bisa melihat kekecewaan di wajah Olivia. Itu membuatnya bingung—namun tak bertahan lama, karena Olivia inisiatif mencium bibirnya. Memang tak ada lumatan di awal, namun dirinya sendiri yang inisiatif memakan bibir ranum perempuan itu karena gemas.

"Nikmat sekali bibirmu," pujinya ketika tautan bibir mereka terlepas.

"Dasar tidak peka!" teriak Olivia diakhiri isakan kecil membuat Ethan panik bukan main.

Lelaki itu refleks menggerakkan kakinya naik turun seperti menenangkan anak kecil sehingga tubuh Olivia yang ada di pangkuannya ikut bergerak.

"Mana cincinnya?" tanya Olivia sambil memasang wajah kesal.

"Ini. Memangnya mau kau apakan?"

Olivia tidak menerima kotak merah itu dari tangan Ethan, melainkan hanya mengulurkan tangan kode meminta Ethan untuk memasangkan cincin di jarinya.

ScandalCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang