[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Teriakan seorang perempuan paruh baya yang kencang berhasil mengalihkan perhatian semua orang—termasuk Oliver yang sedang duduk di bangku taman rumah sakit bersama sang keponakan. Paruh baya itu terlihat jatuh dari kursi roda membuat Oliver segera membantu karena tak ada satu pun lelaki di sana kecuali dirinya. Namun sebelum melakukan hal itu, ia sempat menitipkan sang keponakan kepada dua gadis remaja yang duduk tak jauh dari mereka.
"Anya, tunggulah di sini bersama mereka. Jangan berinteraksi atau ikut dengan orang asing selain mereka."
Anya hanya mengangguk kemudian ikut bergabung duduk di bangku yang sama dengan kedua gadis remaja itu. Tapi karena mereka berdua hanya fokus pada ponsel masing-masing, itu membuatnya mudah merasa bosan. Ia pun kini lebih memilih melirik sekitar untuk membunuh rasa bosan, dan tak lama kemudian mendapati pemandangan yang cukup menarik baginya.
Sebuah keluarga kecil yang harmonis, itu membuat perhatiannya sedari tadi hanya mengarah ke sana. Ia memperhatikan dengan baik seorang anak perempuan yang seusianya sedang digendong oleh sang ayah sambil bercanda ria dengan sang ibu.
Pemandangan itu membuat matanya memanas. Ia refleks menoleh ke sembarang arah kemudian tak sengaja mendapati hal menarik lainnya—yaitu seorang lelaki dewasa seusia ibunya sedang duduk sendirian sambil menangis dan memperhatikan keluarga yang tadi ia maksud. Apakah lelaki itu juga sangat menginginkan hal yang sama seperti dirinya?
Menyadari bahwa ia tak sendirian membuatnya refleks beranjak untuk menghampiri lelaki yang sedang sedih itu. Ia masih mengingat ucapan pamannya, namun ia hanya ingin menghibur karena merasa lelaki itu memiliki nasib yang sama dengannya.
"Kau ingin ke mana?" tanya salah satu remaja yang sedang menjaganya.
"Ke situ." Ia menunjuk keberadaan lelaki yang cukup jauh dari mereka.
"Tidak boleh. Pamanmu sudah berpesan jangan berinteraksi dengan orang asing."
"Aku hanya ingin menghiburnya, dia terlihat sedih."
Kedua remaja itu berkomunikasi lewat tatapan mata karena luluh setelah melihat Anya memasang puppy eyes yang lucu.
"Baiklah, tapi jangan ikuti ke mana pun paman itu pergi, ya. Kami akan mengawasimu dari sini."
Wajah Anya seketika berbinar dan segera menghampiri lelaki yang menarik perhatiannya.
***
Hari ini Ethan sudah sampai di kota tujuannya dan langsung menuju ke rumah sakit di mana sang adik dirawat. Karena rasa bosan dan lelah setelah melewati perjalanan, ia memilih berjalan di halaman rumah sakit kemudian duduk di salah satu bangku taman.