[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Dua hari telah berlalu, hubungan Ethan dan Olivia pun terlihat semakin dekat setiap harinya. Mereka bahkan sudah tidak memedulikan lagi bagaimana pandangan orang-orang terhadap hubungan terlarang keduanya sehingga sekarang tak ragu menunjukkan kemesraan.
"Apakah Valerie belum mengetahui hubungan kita?"
Olivia bertanya pada Ethan yang sedang duduk bersamanya di kafetaria fakultas lain—tempat yang mereka sengaja kunjungi karena tak akan ada yang mengenal mereka di sana kecuali para sahabat Ethan yang sedang mengikuti mereka.
"Aku belum mengatakan apa pun padanya. Dia juga terlihat baik-baik saja padaku."
"Padahal banyak orang yang menggosipkan hubungan kita, mana mungkin dia tidak tahu."
"Entahlah," jawab singkat Ethan sambil mengangkat kedua bahunya menandakan ia tak begitu tertarik pada topik pembicaraan mengenai hubungannya dengan Valerie.
"Jangan terlalu dipikirkan. Lagipula dari dulu kita memang selalu digosipkan menjadi sepasang kekasih, makanya dia tidak curiga karena tak ada yang aneh dari hal tersebut," lanjut Ethan sambil memainkan rambut sang puan.
"Hmm, aku jadi ingat masa lalu. Karena gosip murahan itu, aku sampai dirundung oleh para penggemarmu."
"Tapi aku juga selalu menyelamatkanmu, 'kan?"
"Ya, itu membuatku terkejut. Aku kira kau akan membiarkan mereka berbuat semaunya."
"Karena yang hanya boleh menyakitimu adalah aku seorang, Olivia. Lancang sekali mereka menyakiti mainanku," sahut Ethan diakhiri dengan juluran lidah membuat Olivia memekik kesal.
"Menyebalkan!"
Ethan tertawa sambil mencubit pipi Olivia karena gemas, kemudian mereka terdiam beberapa detik karena tak ada lagi topik pembicaraan. Tidak lama, suara Olivia pun terdengar memecah keheningan disertai suara benturan kecil karena perempuan itu sedang sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam tas.
"Omong-omong, hari ini kau tidak perlu mengantarku pulang, aku akan pergi bersama teman-temanku."
"Kenapa tiba-tiba? Kau marah padaku, ya?"
"Tidak, aku memang lupa memberitahumu bahwa aku akan menghabiskan waktu dengan mereka hari ini. Jadi jangan menggangguku, ya."
"Hmm, baiklah," jawab Ethan terdengar lesu membuat Olivia tersenyum kemudian berusaha menghibur lelaki itu dengan mengelus pipi.
"Bagaimana denganmu, sayang? Kapan kau akan pulang?"
"Sekitar jam tiga," jawab Ethan disertai senyuman manis karena mendengar Olivia memanggilnya dengan panggilan sayang setelah sekian lama.
"Hmm, masih lama, ya," gumam Olivia sambil melirik arlojinya. "Baiklah, aku harus pergi sekarang. Jangan merengek, ya."