[LOEN #2 | Ethan & Olivia]
Bermula dari bermusuhan menjadi selingkuhan. Begitulah hubungan yang terjalin antara Ethan Jasper Loen dengan Olivia Calista Loris. Lalu apakah mereka akan terus mempertahankan hubungan yang tidak jelas itu? Bagaimana cara...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
⋆༺𓆩☠︎︎𓆪༻⋆
Hanya membutuhkan sehari bagi Olivia untuk dirawat di rumah sakit, jadinya pagi ini ia sudah berada di kediamannya atas bantuan kedua sahabatnya yang mengantar pulang. Beruntungnya mereka paham bahwa dirinya butuh waktu sendiri, kini keduanya segera pergi ketika ia sudah dalam posisi santai di kamar.
Mengetahui bahwa dirinya berakhir sendiri, hal itu tentu saja dimanfaatkan olehnya untuk pergi sendirian ke sebuah klinik aborsi sesuai rencana. Namun baru saja ia membuka pintu utama rumah, ia sudah dikejutkan oleh datangnya mobil yang tadi ditumpangi kedua sahabatnya.
Kenapa mereka datang kembali?
"Olivia, kau mau ke mana?" tanya Jessica yang baru saja keluar dari mobil. Perempuan itu bahkan segera berlari kecil untuk menghampiri sang sahabat karena khawatir.
"J-jessica, itu ...." Olivia tergugu karena kaget dan panik. Ditambah otaknya tidak bisa bekerja untuk mencari alasan yang logis.
"Aku ingin ke minimarket. Kau sendiri?"
"Ponselku tertinggal di kamarmu."
Olivia pun kembali membuka pintu rumahnya dengan lebar kemudian mengantar Jessica menuju kamarnya. Sementara Daisy kini lebih memilih menunggu di sofa ruang tamu.
"Oh, benar ternyata ada di sini!" ucap Jessica ketika mendapati ponselnya tertimbun bantal. Setelahnya, ia menawarkan diri untuk mengantar Olivia menuju minimarket, namun ajakannya berakhir ditolak tanpa alasan yang jelas.
"Kalau begitu minta bantuan asistenmu saja. Kau harus istirahat, Olivia. Atau biarkan aku yang membeli barang kebutuhanmu."
"Tidak usah."
"Ish, kau keras kepala sekali," komentar Jessica sambil mengamati penampilan Olivia yang terlalu rapi untuk dikenakan ke minimarket. Ia sekarang jadi merasa curiga terutama ketika mendapati sedari tadi Olivia merasa gugup. "Hmm, sebenarnya kau ingin ke mana? Ayo, biar aku antar."
"Aku tidak—"
"Jawab yang jujur, Olivia."
Melihat wajah Jessica yang menatapnya tajam untuk pertama kalinya berhasil membuat Olivia merasa takut dan terpaksa menjawab jujur.
"S-sebenarnya aku ingin pergi ke klinik."
"Kenapa? Apa kau merasakan sesuatu lagi?"
Oh, Olivia merasa bersalah melihat Jessica yang segera mendekatinya sambil memasang raut wajah khawatir.