Happy reading...
Pagi ini Cakra sudah merasa lebih baik, bahkan masker oksigen yang terpasang pun sudah dilepas.
Cakra saat ini sedang memakan bubur disuapi oleh Sofia, dengan mata yang terus menatap ke arah Devan. Abangnya itu tengah bersiap untuk berangkat ke sekolah, sedangkan David sendiri sudah berangkat ke kantor karena ada meeting yang harus dia pimpin.
"Abang ga libur aja?"
Devan yang tengah mengetik pesan di ponselnya pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Cakra, lalu mendekatinya.
"Hari ini gue bakalan lepasin jabatan gue lebih awal, biar gue bisa fokus jagain lo nantinya. Gue usahain pulang lebih cepet hari ini."
"Beneran, ya?"
"Iyaa," ucapnya, mengelus kepala Cakra pelan.
"Devan berangkat, Mah."
"Hati-hati ya, jangan ngebut."
"Iyaa."
Sepeninggal Devan, Cakra kembali melanjutkan makannya, namun baru saja dua suap Cakra sudah merasa sangat kenyang.
"Udah, Mah."
"Dikit lagi, ya."
Cakra menggelengkan kepala dengan kedua tangan yang menutup mulutnya.
Sofia menghela napas, meletakkan mangkuk itu di atas nakas, kemudian mengambil obat miglustat yang biasa Cakra minum.
"Minum obatnya dulu."
Cakra mengambil obatnya dengan pelan. Jika boleh jujur, Cakra sudah sangat muak meminum obat setiap hari, rasanya juga menjadi sangat mual walaupun hanya melihat wujudnya saja.
Dengan cepat Cakra langsung menelan obat itu dan meminum air sebanyak mungkin, dia tidak takut jika obatnya tersangkut, dia hanya tidak suka karena setelah menelan obat itu rasa mual dan muntah selalu datang.
"Mau tidur lagi?" tanya Sofia, karena Cakra memang bangun ketika jam menunjukkan pukul 3 pagi.
Cakra mengangguk, kemudian menidurkan dirinya kembali.
"Tidur, ya. Mamah tungguin di sini." Cakra yang mendengar itu langsung memejamkan matanya, tak lama dengkuran halus terdengar membuat Sofia tersenyum.
Sofia bangkit dari duduknya untuk ke kamar mandi. Saat Sofia masih berada di kamar mandi, pintu ruang rawat terbuka menampilkan Amel, ibu dari Jean.
Amel masuk dan meletakan parcel buah di atas meja, setelahnya mendekat ke arah Cakra yang sedang tertidur pulas. Amel tersenyum kala melihat Cakra yang tertidur dengan mulut sedikit terbuka, dia sudah mendengar semuanya dari Antonio, suaminya. Dia baru sempat menemui Cakra kembali karena memang dirinya sangat sibuk dengan beberapa pasiennya. Yah, Amel adalah seorang dokter spesialis kulit, tempatnya bekerja berbeda dengan Antonio karena itulah dia baru sempat menjenguk keponakannya ini sekarang.
"Loh, Mel. Ga bilang mau ke sini," ucap Sofia saat melihat Amel yang sedang duduk di kursi dengan mata yang terus memandangi Cakra.
"Dadakan, Mba. Kebetulan hari ini ga ada pasien yang konsul."
"Udah lama?"
"Baru aja."
"Eunghh bunda ..." lenguhan dan lirihan dari Cakra menarik perhatian Amel dan Sofia. Sofia yang baru saja mengelap tangannya dengan tisu langsung mendekat.
"Panas," ucap Amel setelah mengecek suhu tubuh Cakra, anak itu demam.
Sofia dengan cepat langsung mengambil kool fever yang sudah David beli tadi malam, karena saat jam 10 malam tadi Cakra juga sempat mengalami demam.
KAMU SEDANG MEMBACA
MEMORIES (Terbit)
Teen FictionTersedia di shopee Penerbit.LovRinzOfficial (Tidak Lengkap) ___________________ Ini adalah kisah dari Cakra, seorang remaja yang baru saja bertemu dengan ayahnya setelah sekian lama, bukan hanya sang ayah, tetapi dia juga bertemu dengan anak dan ist...
