~Happy Reading~
Awalnya Alena ragu dengan tawaran Olivia tapi ia berfikir lagi ini bisa menguntungkan dirinya untuk bisa memiliki Zean secepatnya.
Kemudian Salsa mengajak Alena sedikit menjauh dari Olivia membuat si empu mengernyit heran dengan apa yang mereka berdua lakukan.
"Liv kalau ini gagal lagi gimana? Lo mau di bentak sama Zean? Lo kan tau sendiri kalau Zean udah marah kaya apa, serem tau"
"Lo tenang aja Salsa, kan gue ngelakuin ini diem diem juga"
"Jadi rencana yang tadi gak jadi di lakuin nih?" Tanya Salsa.
"Engga"
"Hm terserah lo lah. Gue mah ngikut aja"
Tak lama mereka kembali pada Olivia dan Febby yang menunggunya di dekat pintu masuk.
"Gimana?" Tanya Febby.
"Oke kita setuju" ujar Alena.
Kembali pada Zean cs. Kini mereka saling berhadapan dengan pasangan nya masing masing. Ini waktunya pesta dansa di mulai.
Semua pasangan sudah saling berhadapan ada yang berdansa dengan romantis, ada yang sambil mengobrol, dan masih banyak lagi.
Seperti saat ini, Aletta dan Alvaro berdansa dengan sangat mesra seraya berbincang santai.
"Gue seneng deh bisa dansa sama lo"
Aletta terkekeh "Bisa aja lo"
"Hm kalau seandainya gue jodoh lo di masa depan gimana, lo bakal nolak apa terima?"
"Ya tergantung yang ngizinin gue"
"Kok tergantung sih?"
"Ya tergantung. Kalau kak Zean sama ayah ngizinin, ya gue terima. Tapi inget, jodoh Allah yang ngatur"
"Gue tau"
"Ekhem lo suka ya Al sama adek gue" celetuk Zean yang melihat mereka berdansa dengan mesra.
"Bisa di bilang iya, bisa juga di bilang engga" jawab Alvaro.
"Hah gimana gak ngerti gue" bingung Arabella.
"Ya gitu kak"
"Gitu gimana?"
"Gatau kak pokoknya gue merasa nyaman aja kalau deket sama Aletta"
Sementara Aletta sudah tidak berani menatap Alvaro karena pipinya sudah merah seperti udang rebus.
"Kak Zean" panggil Alvaro.
"Apa"
"Boleh gak gue--" ucapan Alvaro terpotong karena suara cempreng nya Senja.
Semuanya langsung menoleh pada Senja dan Aska yang sedang berdebat.
"Lo gimana sih malah nginjek rok gua, kalau gue jatuh gimana?" Tanya Senja dengan suara cempreng nya.
"Astagfirullah kenapa lagi sih mereka berdua? Malu maluin banget" batin Zean.
"Sabar Letta sabar jangan malu sama perbuatan tante lo" batin Aletta.
"Ehh lo juga tadi nginjek kaki gua ya, lo pikir gak sakit apa" balas Aska.
"Ya makanya kalau gak bisa dansa jangan ikut ikutan!"
"Gue mah bisa, lo kali yang gak bisa dansa"
Mereka terus berdebat membuat Zean, Arabella, Aletta dan Alvaro yang ada di dekatnya memilih berpindah tempat. Bukan karena malu, tapi mereka tidak kuat dengan suara cempreng nya Senja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tiada Tara (End)
Fiksi RemajaWARNING⚠️⚠️ CERITA INI MENGANDUNG KEKERASAN DAN PEMBULLYAN Menceritakan seorang gadis yang memiliki kekuatan panggilan yang bertemu seorang cowok dengan sejuta rahasia. Tetapi mereka bersahabat hingga banyak yang mengira mereka berpacaran. Mereka a...
