Aseano Samudra, entah apa yang orang tuanya pikiran kala memberi nama seorang anak dengan kata itu. Agar hati dan pikirkanya seluas samudera? atau agar orang orang mencintainya seperti orang orang mencintai keindahan lautan lepas?
Biasanya nama adal...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
# # # # #
"Sea?"
Sea memicingkan mata tak suka saat melihat kehadiran satu orang yang dikenalnya saat berjalan di tempat dia sedang mencari buah buahan.
"Ngapain?"
"Ni orang goblok atau gimana? ya belanja lah yakali ngepet" batin Sea heran, ini pertanyaan basa basi atau emang serius goblok?
"Belanja" jawab Sea memilih kembali melanjutkan aktivitasnya.
"Maks-"
"Plis Ken, ini hari libur. Cukup ganggu gue disekolah, jangan rusak hari minggu gue juga"
"Udah ken, ayo bayar. Lah, Sea?" ucap Bian yang baru saja datang dengan membawa kranjang yang berisi berbagi macam buah.
Sea menghela nafas, emang dimanapun ada Kenan pasti ada Bian? dimanapun ada Bian pasti ada Kenan? mereka serumah kah?
"Plis jangan ganggu hari libur gue, permisi" ucap Sea hendak membalikkan badan dan berjalan menjauh sebelum tangannya dicekal oleh Kenan.
"Lo kenapa beli sebanyak ini?" tanya Kenan melihat troli Sea yang sudah bermacam macam isinya. Sea merotasikan bola matanya malas.
"Gue kerja Ken, waktu itu udah gue kasi tau kan? kalau sekolah pulang sore, jadi hanya bisa belanja mingguan di hari libur. Paham? udah ya"
"Tunggu"
"Apa lagi?" tanya Sea malas, hari ini dia benar benar tak ingin berhubungan dengan orang orang ini, dia masih mau badannya mulus dari lebam.
"Kita bantuin lo" ucap Kenan membuat Sea membolakan mataya terkejut, namun berbeda dengan Bian yang malah mengangguk setuju.
"Gak usah" jawab Sea.
"Kita ga nerima penolakan lo Se" ujar Kenan datar.
"Gue bilang gausah Ken, gue mohon biarin gue pergi kali ini. Gue takut kena omel lagi kalau balek lama" ujar Sea membuat Kenan tanpa sadar meremat pergelangan tangan Sea yang dicekalnya tadi.
"Ya makannya itu, sebagai rasa terimakasih kita selama ini. Dan kebetulan kita juga tau belum lama ini, jadi kita bakal bantu lo belanja dan anterin lo sampe tempat kerja lo itu" ucap Bian tanpa ragu membuat Sea diam diam merasa takut akan sesuatu.
"Ga cukup apa kalian rusak masa sekolah gue? jangan ganggu kehidupan gue diluar sekolah. Apa tadi rasa terimakasih? gue malah bakal berterimakasih kalau kalian ga ganggu gue hari ini dan seterusnya" ucap Sea tegas tanpa rasa takut menatap lurus dimata kedua orang didepannya.
"Kenapa ga sekaian lo patahin aja Ken? atau kalau ga ayo deh dimana? setelah itu biarin gue lanjutin aktivitas gue" ucap Sea menatap pergelangan tangannya yang semakin lama semakin Kenan remat erat.
Kenan yang menyadari tatapan mata Sea buru buru melepaskan tangannya, sungguh dia tak bermaksud. Mendengar penolakan Sea tanpa sadar dirinya berbuat demikian.