AS 26

9.8K 603 11
                                        

# # # # #

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

# # # # #

"BINTANG BOCAH EDANN!!" maki Sean saat mereka berdua tengah sampai di depan bangunan megah yang Sean yakini rumah Bintang sekeluarga.

Bintang tak mampu menahan tawanya, ia turun dari motornya sambil tertawa terbahak bahak, dia tau alasan Sean berteriak seperti itu.

"AHAHAhahhahah, ya lo ga nanya jadi yaudah gue diemin aja" Sean menendang kaki Bintang tak terlalu kencang karena tak tahan dengan suaranya yang seakan meledek dirinya.

"ISH!! Ya kenapa ga bilang sedeket ini!!" ujar Sean tak terima, lalu buat apa dia ambil helm jika ternyata rumah Bintang dan kosan Sean ada di daerah yang sama hanya berbeda blok.

"Biar guna helm lo, dah ayo masuk" ajak Bintang menarik tangan Sean yang masih tidak terima.

"BINTANG PULANG!!" teriak Bintang begitu memasuki rumah mewah 3 lantai itu, "Selamat datang den, mau makan malam sekarang?" tanya pekerja yang bekerja disana, dari pakaiannya Sean bisa menebak jika ia adalah maid.

Bintang menggeleng, "Gausah bi, tadi abang nitip bakso. Abang udah pulang?" tanya Bintang, yang ditanya menggeleng, "Belum den"

"Oh yaudah, Bintang makan dulu aja. Tolong siapin ini dua ke ruang tengah ya bi, satunya buat abang" ujar Bintang memberikan kresek ditangannya, maid itu mengangguk, "Baik den, tunggu sebentar"

"Bintang"

"hm"

"Tang!!"

"apa?"

"BINTANGG!!"

"Ck, apasih An? kita sampingan anjir dari tadi disahutin juga ga ngomong, buru!" Sean menggaruk belakang lehernya yang sebenarnya tidak gatal. "hehehe" cengirnya tanpa rasa bersalah.

Setibanya mereka di ruang tengah, Bintang lebih dulu duduk di sofa yang ada disana diikuti Sean setelahnya, "Kenapa?" tanyanya.

"Emm"

"Kenapa sih An? gausah jaim gitu, biasanya juga malu maluin" Sean memukul lengan Bintang pelan dihadiahi kekehan pelan oleh sang empu. "Jadi kenapa Seaan??" tanya Bintang lagi.

Sean kembali menggaruk pipinya yang tiba tiba gatal, "Gue baru inget, abang lo hacker ya?" tanya Sean hati hati, mereka sempat terlibat keheningan beberapa saat.

Bintang menghela nafas, "Mungkin bisa dibilang gitu, tapi gabisa dibilang gitu juga" jawabnya membuat Sean bingung.

"Hacker tu pekerjaan kan? abang gue bukan sebagai hacker, cuma kebetulan dia bisa sedikit sedikit" lanjut Bintang menyadari ekspresi Sean yang nampak tidak paham. Mendengar itu Sean menganggukan kepalanya mengerti.

"Kalau gue belajar bisa juga kali ya?" cletuk Sean tanpa sadar, Bintang terkekeh, "Semudah itu? belajar gituan ga cuma sehari dua hari An. Kalau gagal dan lo ninggalin jejak bakal berakibat fatal" sahut Bintang.

Aseano Samudra [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang