AS 08

14.7K 762 15
                                        

# # # # #

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

# # # # #

"Sabar sabar, orang sabar disayang tuhan" batin Sea menatap pantulan wajahnya di cermin kamar mandi setelah beberapa kali membasuhnya dengan kasar.

"Ck, siapa yang bakal duga kalau bang Dion abangnya Kanan anjir. Bisa abis ni kalau Zyan tau gue deket sama Kenan, kan dia kemarin taunya gue temenan ma mereka" batinnya lagi lagi membasuh wajahnya kasar, untung saja tidak terlalu keras pukulan Bian tadi, jadi tak sampai membuat memar, hanya membuat tulang pipi Sea sakit.

"Surat terbuka untuk Bang Dion, lo tau hidup gue kan bang? jangan kasi tau Zyan sama Raka ya. Cukup jadi rahasia kita berempat"

"ARGHHHH. Gabisa anjir, gue ga bisa positif thinking, apa Zyan sebenernya udah tau kalau Kenan adiknya bang Dion? tapi kenapa ga berbuat sesuatu. Apa ga peduli? tapi gue lebih bersyukur.

Jarak hari ini sama hari itu dah agak lama, kalau misal Zyan sebenernya udah tau malem itu, kalau dia ga berbuat sesuatu artinya dia ga peduli kan? jadi gue aman dong" guman Sea diakhiri senyuman tipis di bibirnya, mulut aja ngomong gabisa positif thinking, padahal tanpa dia sadari dia sedang berpositif thingking.

Dan tanpa Sea sadari juga, ternyata dia tak sendiri di kamar mandi itu. Ada orang yang mendengar gumamannya dari balik bilik toilet, "Sea kah? siapa Zyan, siapa bang Dion? bukan maksud gue kepo Se, tapi lo bener bener tertutup jadi ngebuat kita semakin penasaran apa yang terjadi sama lo. Kenan dam Bian pasti tau sesuatu, tapi tanya mereka kalau diibaratkan kayak tanya sama batu" batin orang itu.

Setelah dirasa agak tenang dan berhasil mengusir segala macam pikiran buruk dari pikirannya, Sea ingin melangkah keluar, baru saja bel masuk berbunyi tanda KBM untuk jam selanjutnya akan dimulai. Tapi tepukan tangan di pundaknya berhasil membuat dirinya terkejut.

"Anjir" umpatnya saat menyadari ada yang menepuk pundaknya sebelah kanan. "Hehe sorry Se" ucap orang itu yang tiba tiba menggaruk pipinya yang tak gatal saat sadar ternyata dia mengagetkan orang yang ia sentuh.

"Aldy? sejak kapan? semoga dia ga denger gue ngomong tadi"

"Engga, gue cuma kaget. Gue kira tante girang tadi" ujar Sea disertai candaan dan senyuman disana.

"Masi bisa senyum? pinter banget sembunyiinya. Gue ga niat jahat Se, lo bisa cerita ke gue atau temen temen yang lain, tapi kenapa lo milih sendiri?"

"Tante girang dari mana, ini toilet cowo anjir"

"Ya siapa tau, eh lo dah lama disini Al?"

"Udah ada lima menitan sih, hehe mules. Eh tadi dah bel masuk, masuk yu" ajak Aldy menarik tangan Sea keluar dari sana.

"Ni kalau Aldy ga tanya juga artinya dia ga denger kan? aman" batin Sea sambil menyelaraskan langkahnya dengan tarikan Aldy.

"Sabar anjir, baru juga bel" ujar Sea sambil berjalan. "Keburu gurunya masuk Se, gue sih gapapa telat, lo kan anak kesayangan guru guru dunia gempar nanti kalau lo kena omel karna telat" jawab Aldy sambil terkekeh pelan.

Aseano Samudra [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang