Rencana Cindy

3.1K 152 0
                                        

Malam pun tiba masih di hari yang sama, setelah makan malam bersama Ziva memutuskan langsung ke kamar dengan alasan masih banyak tugas yang belum di kerjakan.

Padahal Ziva cepat ke kamar nya untuk mempersiapkan jalannya rencana yang sudah dia susun tempo hari, setelah bersiap Ziva menunggu reaksi obat yang dia campur di makanan tuan Deril dan nyonya Dewi.

Agar pasutri paruh baya itu tidak mendengar suara motor nya nanti, dia juga sudah menyuruh orang suruhannya untuk membius satpam penjaga mansion dan di gantikan posisi menjaga mansion utama Wijaya oleh orang suruhan nya.

Ziva memperhatikan ponselnya yang berisikan rekaman cctv yang sengaja dia simpan di sudut tersembunyi di kamar nenek dan kakek nya.

"Bagus sebentar lagi"gumamnya melihat pasangan itu sudah mulai menidurkan tubuh mereka di atas ranjang, Ziva menunggu beberapa menit lagi untuk mereka tidur nyenyak.

"Bagus, mereka sudah tidur. Maafkan Ziva Oma, opa Ziva melakukan ini semua demi mencari bukti kematian mama"ucapnya lirih menatap layar ponselnya dengan sendu, dia mematikan benda pipih itu lalu bangkit berdiri.

"Gue harus gerak cepat sebelum pengaruh obatnya habis"gumam Ziva, dia membuka pintu kaca balkon kamarnya, menutup kembali pintu tersebut.

Bisa dia lihat di bawah sana sudah ada dua orang bawahan nya, Ziva melepaskan tas gendongnya. "Tangkap ini, jangan sampai dalam nya rusak"titah Ziva pelan tapi masih bisa mereka dengar karna masing-masing dari mereka menggunakan earmonitor agar mereka lebih mudah berkomunikasi.

Dua orang Ziva perintah kan untuk menjaga dan melihat Oma dan opa nya, dua orang dia perintahkan membius dan menjaga satpam mansion utama Wijaya, dia orang menjaga mansion dan dua orang lagi dia perintahkan untuk ikut menemaninya.

"Baik nona"

Ziva melemparkan tas ke bawah yang di tangkap dengan sempurna oleh keduanya, Ziva berancang-ancang untuk melompat turun dari balkon kamarnya.

Bruk~

Ziva berhasil mendarat dengan sempurna, beruntungnya lantai kamar Ziva hanya ada di lantai 4, iya HANYA setidaknya itu menurut Ziva.

"Anda tidak papa nona?"tanya salah satu pria bertubuh besar.

"Ya"jawabnya. "Ayo kita harus cepat sebelum pengaruh obatnya habis"mereka berdua mengangguk, beruntungnya Ziva sudah lebih dulu mengeluarkan motornya.

Brummm......brummm......brummmm.....

Ziva lebih dulu keluar gerbang di ikuti dua motor di belakangnya, dia memacunya dengan kecepatan tinggi agar segera selesai.

7 menit berlalu, perjalanan yang seharusnya memakan waktu 15 menit malah lebih cepat dari biasanya, Ziva menyimpan motornya di balik pohon dekat halte bus yang ada di dekat SHS.

Dia turun dari motor di susul dua orang berbadan kekar di belakangnya, Ziva memperhatikan bangunan megah itu dengan kepala yang penuh dengan rencana.

"Kita akan masuk lewat mana nona? Tidak mungkin juga kita masuk lewat pintu depan"tanya salah satu pria.

"Tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin"jawabnya. "iPad"pintanya karna memang tas miliknya dia titipan pada salah satu pria yang ikut dengannya.

Salah satu pria memberikan benda persegi itu pada Ziva, gadis itu tampak mengutak-atik iPad miliknya, cukup lama sampai akhirnya senyuman puas terukir di wajah cantik gadis itu.

"Ron, Lo bius penjaga sekolah, Lo jaga dia sampai gue sama Je balik"titah Ziva pada salah satu pria bertubuh pendek tapi berbadan besar.

"Baik nona"pria yang di panggil Ron itu pun pergi menuju post satpam lalu membius dua orang penjaga sekolah, setelah mendapatkan kode dari Ron Ziva dan laki-laki bernama je itu masuk.

Black Diamond & ZivannaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang