•
•
•
•
•
Ketika jam telah menunjukkan pukul 12 siang, Keira dan Gigi sudah lebih dulu sampai di apartemen. Sedangkan yang lain masih ada kelas hingga sore. Karna hari yang panas dan juga merasa lelah, Keira dan Gigi akhirnya memutuskan untuk langsung pulang saja dan memesan makanan melalui aplikasi online.
Setibanya mereka di unit apartemen, Keira yang merasa gerah itu langsung menuju kamarnya untuk berganti baju. Namun, karna teringat Waru yang tadi pagi terlihat begitu lesu dan sepertinya tak enak badan, Keira membuka gagang pintu kamarnya dengan amat pelan agar tak mengganggu sosok Waru yang mungkin saja masih terlelap dalam tidurnya.
Cklek!
Keira mendorong gagang pintunya dengan pelan hingga tak menimbulkan suara sedikitpun. Ia mengintip sejenak kearah kasur untuk memastikan apakah Waru masih tertidur atau tidak.
Namun, mata Keira membulat sempurna dan ia berjengit kaget hingga tubuhnya mundur ke belakang. Bibirnya mengatup rapat, menahan semua umpatan yang siap keluar darisana.
"Gak salah liat kan, gue??!"
Keira sekali lagi ingin meyakinkan dirinya dan kembali melangkah menuju daun pintu yang sedikit terbuka. Matanya kembali menyipit, memfokuskan pandangannya kedalam kamarnya sendiri. Memastikan bahwa apa yang baru saja ia lihat kenyataan atau bukan.
"Anjing, gak salah gue... gila... ini gila sih..." Keira bergumam sendiri dengan satu tangannya yang menutup mulutnya dengan ekspresi tak percaya.
Didalam sana, Keira dapat menyaksikan dengan jelas sosok Waru yang tengah tertidur pulas dalam rengkuhan erat Nadi yang juga ikut terpejam disana. Mereka berpelukan dalam tidurnya. Keira tentu merasa terkejut bukan main. Ini bukanlah pemandangan biasa, karna dari apa yang ia ketahui, Nadi sangatlah membenci sosok Waru.
Apa yang baru saja ia saksikan sangat berbanding terbalik dengan tingkah Nadi biasanya. Mereka bahkan terlihat begitu nyenyak dan saling memberi kenyamanan dalam tidur itu.
Tapi, kenapa harus diatas kasurnya?!
"Kei, lo ngapain disitu?"
Keira terkejut dengan kehadiran Gigi yang tak jauh darinya, menatapnya bingung dan bertanya-tanya.
"Ssssssst, sini"
Gigi menurut dan langsung mendekati Keira. Ketika ia mengikuti instruksi Keira yang menunjuk kedalam arah kamarnya, Gigi langsung mengintip kedalam kamar Keira dan melihat apa yang ada didalam sana hingga membuat Keira urung masuk.
Dan...
"Oh shit! Kei..."
Keira menarik tangan Gigi untuk ia bawa pergi darisana menuju kamar Gigi. Keira langsung menutup pintu dan menguncinya.
Gigi mendudukkan diri diatas kasurnya dengan perasaan yang masih speechless. Keira menghampiri Gigi yang mematung tak bersuara.
"Itu tadi beneran Nadi, Kei? Yang peluk Waru sambil bobo?"
Keira mengangguk pelan walau sebenarnya ia juga tak percaya dengan apa yang baru saja ia lihat tadi.
"Mereka... ada sesuatu? As we know, Nadi kan naksir Cia dari SMA"
"Gue juga gak tau Gi, but aren't they cute?"
Gigi langsung melayangkan pukulannya pada bahu Keira hingga membuat sang empu meringis mengusap bahunya.
"Gila lo, sama aja lo dukung Nadi selingkuh!"
"Tapi Nadi sama Cia gak pacaran!"
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un)happy | END
Fanfiction"How can you love the things i hate about myself?" -Waru Aleia Adipati- A fanfiction story of Jaemin Na (NCT Dream) and Winter Kim (aespa).
