•
•
•
•
•
Nadi terbangun kala silau mentari menerpa wajah paripurnanya. Matanya mengerjap perlahan guna menetralkan pandangannya hingga sepenuhnya sadar.
Tangannya meraba ke sekitar dan ia mulai menyadari bahwa tak mendapati keberadaan sosok yang tadi malam memeluknya begitu erat.
"Waru?" Panggilnya sembari melihat ke sekitar kamar.
Jantungnya langsung berdetak dua kali lebih cepat kala Waru tak ada di sampingnya. Nadi segera bangkit dan turun dari kasurnya. Ia berlari menuju meja belajarnya dan memeriksa kebawahnya, dan sesuai dugaannya, Waru tengah duduk meringkuk dalam keadaan tidur di tempat sempit itu.
Nadi menghela nafas lega.
Ia kemudian berjongkok agar menyamakan posisinya dengan Waru. Dapat ia lihat sisa peluh pada kening dan pelipis gadis itu. Waru sepertinya tak tidur semalaman lagi.
"Waru"
Satu tangan Nadi terulur mengusap surai sang gadis yang terasa lepek karna keringat.
"Waru, hei... bangun dulu. Ayo pindah ke kasur"
Waru mulai terusik dan mengerjap pelan. Kepalanya yang terasa sangat pening itu perlahan terangkat dan langsung membingkai paras Nadi yang tengah menyorotnya dengan raut khawatir.
Tubuhnya terasa begitu kaku karna berada dalam posisi ini begitu lama hingga ia merasa kesusahan menggerakkan tubuhnya sendiri. Butuh beberapa menit agar Waru bisa bergerak. Nadi menyadarinya. Ia membantu gadis itu, memapahnya untuk keluar dari tempat persembunyiannya dengan penuh kesabaran.
Ketika tubuhnya kembali pada kasur empuk nan nyaman, Waru merasa amat lega. Rasa kaku dan linunya terbayarkan oleh empuknya kasur yang kini ditidurinya.
Nadi menarik selimut hingga hingga sebatas dagu, lalu menatap gadis itu dengan intens.
"Kenapa gak bangunin gue?"
Waru diam, kembali teringat akan mimpi buruk yang menimpanya semalam.
"Lo mimpi buruk lagi kan, semalam?"
Waru tetap bungkam dengan ingatan yang membawanya kembali pada sebuah ingatan yang terputar di kepalanya bak kaset rusak.
'Dasar anak gak berguna! Nyusahin! Kenapa kamu harus terlahir sebagai putri saya! Bajingan!'
"Waru, jawab. Jangan diem aja"
Menyadari bahwa sosok yang ia ajak bicara terlihat larut dalam pikirannya sendiri hingga matanya berkaca-kaca, Nadi jadi ikut bungkam.
"Waru"
Nadi mengusap cairan bening yang menetes dari sudut mata Waru tanpa gadis itu sadari.
"Hei, kenapa?"
Waru mulai menatap iris Nadi dengan sorot memohon. Kedua tangannya meremas erat selimut yang kini menutupi setengah tubuhnya.
"Kak Abi... maaf. Waru gak mau nyusahin kak Abi. Kak Abi pasti capek harus bangun dan nyanyiin Waru twinkle twinkle"
"Sssssst"
"Gak ada. Gak ada yang nyusahin, Waru. Lo gak nyusahin sama sekali"
Waru menggeleng pelan.
"Tapi kata papa Waru itu anak yang nyusahin, gak gun-"
"Itu kata papa lo. Gue nggak"
Nadi mengusap jejak air mata Waru diiringi dengan senyuman tipis.
"Udah, sekarang tidur aja. Gue tau lo pasti gak bisa tidur semaleman"
"Kak Abi mau belajar lagi, ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un)happy | END
Fanfiction"How can you love the things i hate about myself?" -Waru Aleia Adipati- A fanfiction story of Jaemin Na (NCT Dream) and Winter Kim (aespa).
