•
•
•
•
•
Libur semester akhirnya tiba. Mereka kini mulai terlihat berleha-leha menikmati awal liburan yang sungguh membosankan.
Waru, Helega, Gigi dan Joan terlihat anteng berada di ruang tengah menonton televisi yang menayangkan Upin & Ipin. Sedangkan Mike tengah sibuk berada di kampus karna bimbingan. Nadi seorang diri duduk di kursi meja bar sembari memainkan ponselnya, bertukar pesan dengan Cia disana. Dan Keira, ia sibuk mencuci piring didapur.
"Oh iya Kei, gue lupa ganti perbannya Waru. Itu udah mau sembuh, lukanya sudah hampir kering"
"Oke, tunggu gue selesai cuci piring baru ganti perbannya Waru"
Nadi mengandalkan Keira untuk membantunya mengganti perban di telapak kaki Waru karna Keira terlihat lebih berpengalaman dan sangat berhati-hati.
Hingga akhirnya, Keira pun usai dengan kegiatan cuci piringnya. Gadis itu segera mengambil kotak P3K didalam laci yang tak jauh dari meja bar dan mengajak Nadi untuk menghampiri Waru yang saat itu terlihat sangat fokus pada tontonannya.
"Waru"
Nadi menginterupsi gadis itu, membuat atensinya teralihkan.
"Perbannya diganti, ya?"
Waru menatap kakinya lalu kembali menatap Nadi.
"Lagi? Kan sudah sering... Waru gak mau, sakit..."
Waru selalu mengucap kalimat tersebut kala Nadi mengatakan untuk mengganti perban di kakinya.
"Tapi itu belum sembuh, Waru. Jadi perbannya harus diganti biar gak sakit lagi"
Waru beralih menatap Ega hingga pemuda itu balik menatapnya.
"Oom... kak Abi nakal..."
Helega terkekeh kecil, sedangkan Nadi malah mendengus tanpa alasan melihat Waru yang mengadu seperti itu.
"Bukan nakal Waru, gue mau buat kaki lo sembuh. Emangnya lo gak mau jalan-jalan? Kita ntar makan crepes yang kemaren lo comot itu"
Mata Waru tiba-tiba berbinar dan ia langsung menyodorkan kakinya dengan sukarela pada Nadi hingga membuat yang lain tertawa karna tingkahnya.
"MAU! Waru mau kakinya cepet sembuh biar bisa jalan-jalan lagi!"
Keira menggeleng pelan dan ikut duduk disamping Nadi.
Melihat Keira yang mulai membuka kotak P3K, seketika membuat Waru teringat saat-saat Keira mengobatinya hingga menimbulkan rasa sakit. Waru kembali menjadi takut dan langsung merangkul tangan Nadi dengan begitu erat.
"Takut..."
Nadi menarik kepala Waru untuk ia sembunyikan dibalik dadanya dan mulai mengusap pelan kepala gadis itu.
"Jangan diliat, pikirin Mail aja biar gak sakit"
Waru mengangguk dan mulai menutup matanya sembari mulai membayangkan Mail dalam pikirannya.
Keira perlahan membuka lilitan perban dikaki Waru, lalu meraih botol alkohol dan menuangkannya pada kapas bersih. Lukanya terlihat hampir mengering dan Nadi bernafas lega. Keira mulai membersihkan luka Waru dengan gerakan hati-hati, respon Waru tetap diam dan justru Nadi yang terlihat tegang dengan rengkuhannya yang kian erat.
Terakhir, Keira memberi cairan betadine dan langsung menutupnya kembali dengan kapas dan perban.
"Waru, hei, udah selesai"
Nadi mulai melepas rengkuhannya dan menatap Waru yang masih memejam sembari tersenyum. Merasa aneh, Nadi segera menangkup wajah gadis itu dan menyadarkannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un)happy | END
Fanfiction"How can you love the things i hate about myself?" -Waru Aleia Adipati- A fanfiction story of Jaemin Na (NCT Dream) and Winter Kim (aespa).
