29 : Berantakan

1.3K 147 15
                                        






Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari ini merupakan keberangkatan Nadi beserta ketiga sahabatnya yang lain ke panti bu Arum seperti yang sudah mereka rencanakan sebelumnya.

Semalam, Waru tak bisa berhenti menangis karna Nadi mengatakan akan pergi seharian besok dan tak memperbolehkan Waru ikut. Berbagai macam cara Nadi lakukan agar tangis gadis itu mereda, hingga akhirnya Waru tertidur karna kelelahan.

Pagi-pagi sekali Nadi sudah bangun. Rencananya mereka akan berangkat agak siangan saja karna pagi ini Mike masih harus menyelesaikan bimbingan terakhirnya bersama dospemnya di kampus.

Nadi menatap Waru yang masih pulas dengan mata sembab bekas tangisannya semalam. Ia pun menggeleng pelan dan membelai pipi tembam Waru dengan jari-jarinya.

"Cengeng banget sih, kan gue jadi susah mau ninggalin lo" gumamnya pelan dengan pandangan yang tak luput dari paras Waru yang masih nyenyak dalam tidurnya.

Disisi lain, Helega juga terbangun karna bunyi alarm milik ponselnya. Matanya mengerjap pelan dengan tangan yang berusaha menggapai ponselnya diatas nakas untuk dimatikan.

Seperti biasa, Renjana pasti sudah bangun lebih dulu dan melakukan aktivitasnya di dapur. Ia pun bangkit dan berusaha sadar sepenuhnya dari sisa kantuk yang masih mendera.

Helega langsung mandi dan berbenah diri. Ketika keluar kamar, ia tersenyum karna ingin menyapa Renjana yang mungkin saja tengah memasak di dapur. Namun, ia tak mendapati siapapun disana, apartemen masih terlihat kosong.

Kedua alisnya mengernyit heran.

"Jana?" Panggilnya.

Tak ada sahutan. Helega berjalan ke arah dapur untuk memeriksa secara detail, dan ia tak menemukan Renjana disana. Lalu beralih ke ruang tengah dan lagi-lagi kosong.

Kemana gadis itu? Pikirnya.

Helega mulai panik ketika ia tak menemukan Renjana dimanapun. Ini masih terbilang cukup pagi untuk Renjana keluar dari apartemen hanya untuk sekedar beraktivitas. Ia lalu membawa langkahnya ke apartemen sebrang dan langsung masuk tanpa permisi.

Keira dan Gigi yang nampak terlihat baru bangun dan tengah merapikan sedikit barang yang berserakan di ruang tengah terpekik kaget karna kehadiran Helega disana. Pasalnya kedua wanita itu hanya menggunakan tank top dan hot pants dengan warna hitam senada, jadi mereka cukup terkejut dan waspada.

"Ada Renjana?" Tanya Ega tanpa basa-basi.

Gigi yang tengah mencoba menutupi asetnya dengan menyilangkan kedua tangannya didepan dada, menggeleng singkat. Begitupun Keira yang terlihat gelagapan. Tapi sungguh, Helega benar-benar tak memperhatikan itu karna saat ini pikirannya hanya tertuju pada Renjana.

"Aishhhhhh" geramnya sebal. Helega mengacak rambutnya kasar.

Keira dan Gigi yang awalnya terlihat kikuk jadi ikut terseret dalam kepanikan Helega.

"Kenapa, Ga?"

"Renjana gak ada. Dia ngilang"

"Hah? Kok bisa?!"

"Ya gue gak bakal kesini kalau tau jawabannya, Kei"

Benar juga.

"Yaudah, sorry ganggu. Gue mau cari kebawah dulu"

Helega pun beranjak pergi meninggalkan kedua wanita yang nampaknya ikut bertanya-tanya.

Sesampainya di lantai bawah, nyatanya disana sangat sepi, hanya ada pak satpam yang berjaga dan dua orang resepsionis yang sepertinya baru berganti shift.

(Un)happy | ENDCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang