•
•
•
•
•
Brugh!
Tubuh itu kembali tersungkur dengan ringisan di wajahnya. Satu tendangan ia dapat di bagian perutnya. Lalu kerah seragamnya ditarik hingga ia bangun terduduk.
Plak!
Satu tamparan keras mendarat di pipi kanannya hingga disana meninggalkan bekas kemerahan.
"S... sakit..."
Plak!
Tamparan lagi-lagi gadis itu dapatkan ditempat yang sama hingga kini pipinya mulai membiru.
"Gak usah nangis anjing, gue gak butuh air mata lo!"
Duakh!
Sosok yang baru saja mengumpat dihadapan gadis yang ia tampar itu seketika tersungkur kedepan karna sebuah tendangan tiba-tiba yang mendarat di punggungnya.
"Brengsek lo, anjing!"
"Ale... udah. Please stop..." Lirih gadis yang masih terduduk dengan suara bergetarnya karna menangis
"Diem, Da. Dia harus dikasih pelajaran!"
Sosok yang tadi ia tendang tersenyum sinis dan segera bangkit. Pemuda itu menatap tajam kedua netra gadis yang baru saja menendangnya dan kini tengah menampakkan wajah tak bersahabatnya.
"Boleh juga tendangan lo. Masih gak kapok, ya? Lo beneran mau ad-"
Plak!
"Diem lo banci! Gue gak takut sama ancaman lo"
Sosok itu kembali tersenyum sinis dengan tatapan menakutkan.
"Oke, kalo itu yang lo mau. Inget, gue gak pernah main-main sama ucapan gue, Aleia Adipati." Ucap sang pemuda dengan seringai tipisnya.
•
"Nada dalam bahaya! Gue harus ke sekolah sekarang!"
Sosok yang lebih muda itu terus menentang keputusan Waru untuk pergi dengan menahan tubuh yang lebih kecil darinya itu agar tak memiliki akses jalan.
"Please, Jian. Gue harus pergi!"
Waru segera mendorong tubuh Jian dengan tenaga besarnya agar pemuda itu masuk ke dalam kamarnya dan langsung menguncinya dari luar. Suara gedoran mulai terdengar, namun Waru tak menggubrisnya. Ia terus melangkah keluar rumah dengan perasaan cemas bukan main.
Tak ia pedulikan panggilan sang Ayah yang menggema di seluruh rumah, pun sang Ibu yang turut melarangnya pergi.
Waru tetap melangkahkan kakinya keluar rumah dan segera menaiki vespa putihnya yang memang terparkir di halaman depan dengan buru-buru, hingga membuatnya lupa menggunakan helm nya karna kepalang panik dan mulai mengendarainya dengan kecepatan diatas rata-rata.
'Kalau Nada sampai kenapa-napa, itu salah lo Waru!'
Waru terus melajukan motornya dengan batin yang tak berhenti menyalahkan dirinya sendiri. Air matanya ikut mengalir deras di balik kaca helmnya.
'Please Nada... please...'
Hingga...
"Hah...hah...hah..."
Waru terbangun dari tidurnya karna mimpi buruk bak kaset rusak itu kembali memenuhi kepalanya. Kening beserta pelipisnya telah dipenuhi peluh karna lelah batin dan rasa takut yang menguasainya.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un)happy | END
Fanfiction"How can you love the things i hate about myself?" -Waru Aleia Adipati- A fanfiction story of Jaemin Na (NCT Dream) and Winter Kim (aespa).
