•
•
•
•
•
Halooooooooo, finally bisa balik nulis lagi. Cus cus baca, aku lagi kangen banget sama Nadi-Waru. Jadi akhirnya aku sempetin nulis deh. Heheheeee.
HAPPY READING!!!
***
Recommend song: Nadin Amizah - Semua Aku Dirayakan.
Menyelami kehidupan dengan berbagai tantangan, tentunya akan di lalui oleh tiap insan yang diberi kesempatan untuk menjalani peran dengan takdir yang telah di tentukan oleh Tuhan.
Sama halnya dengan apa yang telah di lalui oleh dua insan yang kini telah terikat dalam sebuah pernikahan, dan telah resmi menjadi sepasang pelengkap hidup tepat 2 tahun yang lalu.
Nadi menikahi Waru setelah dirinya merasa mampu untuk mengerahkan seluruh kehidupannya pada hal yang ia sebut pernikahan. Membersamai Waru seumur hidup tentu saja merupakan salah satu harapan terbesarnya, dan Nadi berhasil mewujudkannya.
Mereka kini tinggal di rumah yang dulu Nadi bangun tepat di samping sekolah yayasan milik Satria, ayah kandung Nadi. Ia pun di beri tanggung jawab oleh sang ayah untuk menjadi penanggung jawab sekaligus ketua yayasan itu.
Ketika Nadi sibuk bekerja, maka Waru akan pergi ke panti untuk menemui bu Arum dan membantu-bantu disana.
Bertanya tentang buah hati, tentu mereka berdua mengusahakannya. Namun, Waru sempat mengalami keguguran pada trimester awal kehamilannya. Nadi trauma. Sangat. Kejadian itu mengingatkannya pada kejadian dimana Waru di sekap hingga sekarat. Pasalnya, saat keguguran, Waru mengalami pendarahan hebat hingga tak sadarkan diri. Nadi rasanya sampai lupa cara bernapas. Bahkan, ia sempat memutuskan untuk childfree agar kejadian itu tak kembali terulang.
Namun, Waru tentu menolak hal itu. Ia tahu sejak awal pernikahan mereka, Nadi selalu membayangkan tentang adanya keturunan yang akan meramaikan rumah mereka. Tak jarang pula, pak suami itu menunjukkan pada Waru iklan-iklan yang berhubungan dengan bayi. Seperti baju, ranjang yang di hias dengan lucu, dan bahkan dekoran kamar untuk bayi.
Maka, Waru sekali lagi meyakinkan Nadi untuk mencoba memiliki garis keturunan. Walau sempat pundung selama 2 hari lamanya, malam itu Waru akhirnya berhasil membujuk, bukan, lebih tepatnya menggoda Nadi hingga mereka melakukan sesi bercinta yang amat luar biasa.
Dan, benih cinta itupun akhirnya menyapa hangatnya dunia. Usianya sudah memasuki sembilan bulan. Dia perempuan, matanya secantik milik ayahnya. Pun lengkungan bibirnya menyerupai milik ibunya.
Dia Arumi. Arumi Putri Nadi.
Setelah kehadiran buah hati pertama mereka, Nadi kini menjadi lebih giat bekerja agar jam pulangnya tak terasa lama. Rasa rindunya pada sang istri dan buah hati terus menerjang kala jarak memisahkan mereka walau hanya beberapa kilometer. Pun, setelah diperbolehkan pulang dari rumah sakit, Nadi menjadi sepuluh kali lipat lebih protektif terhadap Waru. Ia tak akan membiarkan istrinya beranjak sedikitpun dari kasur walau hanya sekedar untuk mengambil air, dan itu ia lakukan selama 40 hari berturut-turut.
"Baba pulaaaaaaaang"
Waru yang saat itu tengah menimang Rumi diruang tengah, tersenyum lebar. Langkahnya segera ia bawa mendekat pada pintu utama guna menyambut kehadiran sang suami tercinta.
"Sebentar ya sayang-sayangnya baba, baba mau mandi dulu biar bisa manjain kalian"
Nadi pun segera bergegas menuju kamar mandi. Waru memandang kepergian Nadi dengan kekehan kecil, lalu ia pandang Rumi yang juga menatap Nadi dengan mata berbinar. Satu kecupan mendarat tepat di pipi putri cantiknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Un)happy | END
Fanfiction"How can you love the things i hate about myself?" -Waru Aleia Adipati- A fanfiction story of Jaemin Na (NCT Dream) and Winter Kim (aespa).
