29. Confess To You

385 33 0
                                        

Jangan lupa vote sebelum membaca

Happy reading!

🪴🪴🪴

Bentangan senyum di bibir Dinda semakin mengembang ketika Dirga memasangkan sebuah kalung dengan liontin indah sebagai hadiah ulang tahun yang pria itu berikan padanya di akhir makan malam romantis itu.

"Mas ini terlalu indah." Sebagai gadis biasa, Dinda merasa kurang pantas mendapatkan hadiah seindah itu dari suaminya.

"Bahkan keindahan kalung ini tak akan bisa menandingi keindahan pribadi yang kamu miliki, Din!" bisik Dirga.

"Lebay ih!" cibir Dinda.

"Kamu tau siapa sosok spesial yang menghuni hatiku?" tanya Dirga memainkan jari jemari istrinya.

"Ralin?" tebak Dinda cepat.

Dirga seketika cemberut. "Tolong jangan hancurkan makan malam romantis kita dengan menyebut sosok di masalaluku," tegurnya.

Dinda terkekeh, "lalu siapa?"

"Bunda dan kamu!"

"Kenapa?"

"Bagaimana kalian tidak spesial di mataku. Jika di telapak kaki kalian saja ada surga."

"Sespesial itu?"

"Di telapak kaki Bunda ada surga saya! Sedangkan di telapak kakimu ada surga anak-anak kita," jawab Dirga dengan senyum teduhnya.

Uhuk! Uhuk!

Anak-anak kita katanya? Dinda bahkan tidak menyangka jika pikiran pria tiga puluh tahun di depannya ini sudah sampai sejauh itu.

Melihat senyuman indah yang tak lepas dari bibir merah muda milik istrinya, Dirga dapat memastikan jika makan malam romantis itu bejalan sempurna seperti yang ia rencanakan berapa hari yang lalu.

"Dirga how are you?"

Ketika kaki mereka melangkah hendak meninggalkan meja setelah menyelesaikan makan malam, sebuah suara seorang wanita memanggil nama Dirga.

"Bella?" Dirga tekejut bukan main saat mendapati teman sekelasnya ketika kuliah di Singapura berdiri dengan senyum riang di depannya.

"Long time no see..."

Pertemuan dua teman lama itu berlangsung seru hingga Dirga tak sadar jika sosok Dinda sudah tak ada di sampingnya setelah beberapa menit berlalu.

Setelah bertukar kartu nama dan nomer telpon Dirga pamit undur diri dan bergegas mencari keberadaan sang istri yang meninggalkannya tanpa ia sadari.

"Din! Kamu mau kemana?" Dirga mengejar sang istri yang berjalan cepat meninggalkannya. Beruntung saat keluar dari resto ia menangkap sosok Dinda yang berjalan cepat dengan kaki menghentak-hentak.

"Pulang," jawab gadis itu ketus. Sudah lima puluh meter ia berjalan meninggalkan parkiran resto sebagai bentuk kesal karena Dirga terlalu asyik berbincang-bincang dengan teman lamanya yang bernama Bella.

"Ya ayo kita pulang." Dirga menggenggam telapak tangan Dinda.

"Saya bisa pulang sendiri," jawab Dinda masih tak mau menghentikan langkahnya yang berjalan cepat.

"Trus saya gimana?" tanya Dirga yang terus mensejajari langkah sang istri.

"Mas lanjutkan aja tuh ngobrolnya sama cewek cantik tadi."

Dirga tersenyum dikulum kala menangkap binar cemburu dari mata indah gadis di sampingnya yang masih nampak cemberut.

"Wait!" Dirga menahan lengan Dinda hingga langkah gadis itu terhenti.

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang