Biasakan memberi vote sebelum membaca!
Happy reading!
🍒🍒🍒
Sepeninggal Anita, Dinda memutuskan untuk melaksanakan solat isya karena waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Suara bell berbunyi kala gadis itu selesai dengan ibadah wajibnya. Gegas, ia berlari membuka pintu depan dan mendapati senyum Dirga yang membentang di hadapannya.
"Sudah lama nunggu?" tanya Dirga mengedipkan matanya jenaka. Perlahan kedua tangannya membentang menunggu Dinda mendekat.
Rindu yang membuncah di hati membuat Dinda tersipu. Ia kemudian maju dan masuk ke dalam pelukan nyaman milik suaminya itu.
"Rindu?" tanya Dirga berbisik sambil menghirup wangi sang istri yang menenangkan pikiran. Satu minggu berpisah benar-benar membuat Dirga hampir gila karena merindukan istrinya tersebut. Ia baru tau jika mencintai sesuatu yang halal ternyata semenyenangkan seperti yang ia rasakan saat ini. Tak ada yang melarang ia memeluk istrinya selama yang ia inginkan. Karena apa yang mereka lakukan justru berbuah pahala dari Allah.
Dalam pelukan suaminya, Dinda mengangguk malu. Dirga tersenyum dan semakin erat memeluk wanita yang benar-benar menjadi penyejuk matanya.
"Mas tau nggak bedanya senyumku sama kamu?" tanya Dinda memecah keheningan di antara mereka.
Dirga menggeleng, "enggak! Apaan coba?"
"Kalau senyumku bikin candu, maka Mas Dirga ternyata bikin rindu." Dinda terkikik geli dengan gombalan amatir yang ia lemparkan.
Dirga tertawa dan mengecup dahi Dinda gemas bukan main. "Udah bisa gombal ya sekarang," ucapnya.
"Mas Dirga yang ajarin, 'kan?" sahut Dinda tersipu.
Dirga kembali tertawa walau merasa hawa badannya semakin panas kala memeluk istrinya tersebut.
"Mas kok badannya hangat?" tanya Dinda saat sadar suhu tubuh Dirga tidak seperti biasanya. Beberapa tetes keringat nampak muncul di dahi suaminya itu.
"Hmmm..."
"Mas sakit?" tanya Dinda yang kini melonggarkan pelukan dan menatap bingung pada Dirga yang tampak berkeringat.
"Cuma kurang enak badan," jawab Dirga masih memeluk istrinya erat.
"Ayo masuk dulu," ajak Dinda yang berusaha melerai pelukan suaminya.
"Masih kangen," rengek Dirga terdengar manja.
"Iya deh iya! Nanti kangennya sambung di dalam aja."
Setelah beberapa menit berlalu, Dinda akhirnya berhasil melepaskan pelukan Dirga dan membawa pria itu masuk ke dalam kamar.
"Panas..." Dirga merih remote AC di atas nakas dan mengatur suhu sesuai keinginannya. Bukannya hilang, suhu badannya terasa kian memanas.
"Mas mau mandi atau gimana biar aku siapkan." Setelah membantu Dirga bersandar di kepala ranjang, Dinda memilih duduk di pinggiran kasur. Dengan lembut ia mengusap wajah suaminya yang berkeringat banyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
ChickLitKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
