26. Two Options

651 40 1
                                        

Biasakan memberi vote sebelum membaca.

Happy reading!

🍁🍁🍁

Mas jangan ngelucu, ya!" Dinda kembali menggeleng dan mencoba mengingatkan Dirga jika apa yang ia katakan saat ini sudah jauh melenceng dari perjanjian mereka beberapa bulan yang lalu.

"Apa saat ini saya terlihat seperti Bintang Emon?" Bukannya sadar, Dirga justru melibatkan nama seorang stand up comedian dalam percakapan serius mereka saat ini.

Dinda bedecak, "Maksud saya...ini terla..."

Dinda tak sempat menyelesaikan ucapannya saat tangan Dirga menariknya dalam pelukan erat pria tiga puluh tahun tersebut.

"Mas jarak kita terla--"

"Sebentar saja, Din! Tolong ijinkan saya memelukmu sebentar saja," pinta Dirga terdengar penuh harap.

Pada akhirnya usapan lembut pria tersebut di kepalanya yang terasa sangat tulus membuat Dinda terbawa suasana dan membalas pelukan Dirga dengan melingkarkan kedua tangannya di pinggang suaminya itu.

Diam-diam Dirga tersenyum merasakan reaksi balasan yang Dinda tunjukkan padanya.

"Din, look at me!" pinta Dirga berbisik lembut.

Dinda mengangkat wajahnya perlahan. Dan demi apapun! Ia harus mengakui jika baru kali ini ia merasa ditatap oleh seseorang dengan binar mata penuh cinta.

"Be mine!" bisik Dirga lagi. Rupanya pria bergigi kelinci itu belum juga puas sampai istrinya mengatakan iya sebagai jawaban dari pertanyaannya.

Dinda sendiri benar-benar tidak mengerti efek apa yang sebenarnya terjadi di dalam dirinya saat ini. Tatapan mereka yang beradu benar-benar menciptakan debaran tak tertahan yang menghantarkan rasa hangat ke seluruh tubuh hingga berakhir dengan kepakan sayap kupu-kupu yang terasa menggelitik di bagian perut.

Jangan tanyakan bagaimana keadaan jantungnya saat ini! Dalam bayangan di kepalanya, ia bahkan melihat organ penting itu kini telah berceceran ke mana-mana.

Haruskah Dinda mengibarkan bendera putih saat ini juga? Sebagai tanda jika ia menyerah kalah dengan serangan pesona Dirga yang sulit untuk ditolak.

Sebagai pria yang sebelumnya sudah lama malang melintang di dunia percintaan, kendati tak pernah berhasil membawa satu wanita pun ke pelaminan. Dirga yakin betul jika apa yang ia rasakan saat ini tidak bertepuk sebelah tangan. Istri yang sebelumnya ia tolak mentah-mentah kehadirannya itu juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Walau dari sorot matanya yang indah, pria itu masih menangkap sedikit binar keraguan.

"Kamu mau, 'kan?" Melihat Dinda yang masih terpaku, pria minim kesabaran itu kembali bertanya.

"Emangnya harus dijawab, Mas?"

Setdah!

Kepolosan Dinda kali ini benar-benar menguji kesabaran Dirga yang dari awal sudah setipis tisu.

"Nggak perlu," jawab Dirga dengan hembusan nafas kelewat panjang sebagai gambaran jika pria itu tengah berada di ambang keputus asaan.

Dinda tertawa melihat wajah Dirga yang nampak kesal. "Beneran nggak ada pilihan nih?" tanyanya lagi menggoda.

"Memangnya kamu kira pernyataan cinta saya soal pilihan ganda?" decak Dirga akhirnya.

Dih malah nge-gas!

"Biar terkesan out of the box aja, sih," sahut Dinda yang kini justru semakin menikmati wajah menggemaskan suaminya saat cemberut.

"Okay! You have two options," ucap Dirga setelah berpikir beberapa saat.

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang