34. Mimpi Buruk

351 28 4
                                        

Biasakan memberi vote sebelum membaca.

Happy reading!

🍒🍒🍒

"Rapper kesayangan udah nunggu di depan noh!" Anita menyikut lengan Dinda yang sibuk mencuci kedua tangannya.

"Mas Dirga?"

"Emang lo maunya siapa?" Anita balas bertanya. "Min Yoongi? Oh tidak semudah itu wahai wanita bersuami!" deliknya sambil menggerak-gerakkan jari telunjuknya ke kiri dan kanan di depan Dinda.

Dinda terbahak. "Dih si paling posesif emang," ucapnya berlalu cepat sebelum sepatu flat milik Anita menghantam pelipisnya.

"Gue tandain lo ya, Din!" Teriak Anita.

"Yoongi marry me! Yoongi marry me!" sahut Dinda mengejek sambil tertawa dan berlari keluar mendatangi Dirga yang ternyata asyik mengobrol dengan Bang Samsul di parkiran.

"Pulang sekarang?" tanya Dirga tersenyum mendapati kehadiran Dinda yang sudah ada di depannya.

"Ya kalau Mas masih mau rumpi-rumpi cantik sama Bang Samsul sok atuh," jawab Dinda jenaka.

"Dih! Lo kira kita cowok apaan?" Sahut Bang Samsul dengan gerakan gemulai ala kaum tulang lunak yang sukses membuat Dinda dan Dirga terbahak.

"Ya sudah, kami pamit dulu ya, Bang!" ucap Dirga sambil menyelipkan selembar uang di saku kang parkir tersebut sambil berbisik lirih yang dibalas Bang Samsul dengan ucapan terimakasih.

Dinda menghela nafas panjang lalu mengembuskannya perlahan sambil bersandar nyaman di sandaran mobil Dirga.

"Capek banget ya, Sayang?" tanya Dirga sambil mengusap lembut kepala sang istri.

"Hmm..." jawab Dinda yang kini memejamkan mata menikmati sentuhan lembut penuh afeksi yang suaminya berikan.

"Bagaimana kalau kamu berhenti saja?" tanya Dirga.

"Hah? Maksud Mas Dirga?" Mata yang awalnya memejam kini terbuka lebar mendengar tawaran yang Dirga ajukan.

"Aku nggak tega lihat kamu kecapean seperti ini." Tangan kiri Dirga kini menggenggam tangan Dinda lembut sedangkan tangan kanannya digunakan untuk menyetir.

"Aku nggak papa kok, Mas. Kalau nggak kerja aku malah jadi bosan sendiri nanti," sahut Dinda meyakinkan.

Walau masih berharap Dinda menyetujui permintaannya, nyatanya Dirga menghargai keinginan istrinya itu dengan syarat jika sudah tak sanggup, istrinya itu harus berhenti.

Mata Dinda menyipit saat masuk ke dalam rumah mendapati sebuah box berwarna ungu tergeletak manis di atas meja ruang tamu.

"For you!" bisik Dirga yang berdiri di sampingnya.

"Tapikan aku nggak ulang tahun," sahut Dinda bingung.

"Emangnya kasih hadiah buat istri harus nunggu moment ulang tahun dulu?" Wajah tampan itu kini nampak sedikit cemberut.

"Ya nggak gitu maksud aku," sanggah Dinda tertawa memeluk lengan Dirga gemas. "Love language Mas Dirga emang seugal-ugalan ini ya?"

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang