Biasakan memberi vote sebelum membaca.
Happy reading!
🍒🍒🍒
Sejak menjadi pasangan suami istri yang sesungguhnya, Dirga selalu merasakan rindu akan sosok sang istri yang kerap kali membuatnya berdebar di setiap kesempatan.
Senyumnya, tingkahnya, tawanya dan semua yang dimiliki oleh wanita muda itu tak pernah gagal membuatnya ingin cepat pulang ke rumah guna melepas rindu yang stock-nya semakin hari semakin bertambah.
Di sela kesibukannya yang padat di kantor, Dirga pun selalu menyempatkan menghubungi sang istri beberapa kali dalam sehari. Hal yang sebenarnya membuat Dinda kadang mengehembuskan nafas agak kesal karena tentu saja panggilan itu membuat pekerjaannya sedikit terganggu.
Jangan abaikan raut wajah teman-temannya di toko roti yang senyum-senyum menggoda kala nama Rapper Arogan yang kini telah berganti menjadi Mas Dirga tertera di layar ponsel barunya.
"Astaga, Mas! Bisa gak sih jangan telpon waktu aku sibuk bekerja?" protes Dinda yang nampak frustasi. Ini baru jam makan siang, dan ponselnya terhitung sudah lima kali berdering karena ulah suaminya tersebut.
"Ngalah-ngalahin jadwal minum obat aja," gerutunya yang dibalas Dirga dengan tawa.
"Masa sih?"
"Hmm...ibarat pasien rumah sakit nih, bisa-bisa aku sudah over dosis." Dinda mencebik kesal di tempatnya.
"Kalau aku rindu?"
"Makanya jangan rindu! Berat! Biar Dilan aja!" jawab Dinda dengan nada galaknya.
"Kalau kamu galak gini aku jadi makin rindu, Sayang." Terdengar rengekan manja di ujung sana dan membuat kepala Dinda semakin pusing.
Ya Tuhan! Kenapa kadar kebucinan pria yang satu ini jadi semakin berlebihan?
Dinda nampak menghela nafas panjang sebelum kembali berucap. "Udah ya, Mas telponnya! Nanti aku dipecat bagaimana?"
"Ya bagus! Dari kemaren 'kan aku sudah minta agar kamu berhenti kerja di toko roti Bunda. Lebih baik kamu di rumah fokus mengurus suami yang masih perlu perhatian khusus ini." Bukannya cemas istrinya akan kehilangan pekerjaan, Dirga justru terdengar bersemangat.
Dasar bayi besar!
Dinda memutar bola matanya malas! Dirga dengan segala kebucinannya memang adalah paket lengkap yang tak dapat dipisahkan.
Kadar kebucinan itu jualah yang akhirnya membuat Dirga merengek agar sang istri mau membawakan bekal makan siang untuknya. Hal yang tentu saja membuat Dinda mengernyit bingung karena sebelumnya sosok pria bergigi kelinci itu sangat murka jika ia datang membawa makan siang untuknya.
Tak ingin menolak yang ujung-ujung membuat anak Bunda yang manja itu ngambek dan mengerucutkan bibirnya pada sang istri, Dinda akhirnya memilih mengalah dengan mengangguk dan berjanji akan membawakan bekal makan siang yang suaminya itu minta.
Senyum manis pria dengan pesona paripurna itu mengembang kala melihat sosok Dinda berdiri di lobi keesokan harinya.
"Hai, Sayang!" sapa Dirga dengan cepat menelusupkan jari jemarinya di tangan sang istri dan berhasil memantik perhatian beberapa pasang mata yang kebetulan berada di sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
ChickLitKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
