Biasakan memberi vote sebelum membaca!
Happy reading!
🌿🌿🌿
Tak ada sesuatu yang membahagiakan bagi Dirga kala buncahan rasa yang bersarang di hatinya kini mendapat balasan dari sang istri. Memang sih dia harus menunggu beberapa waktu untuk memberikan kesempatan bagi gadis tersebut memastikan rasa yang ada di hatinya. Namun penantian panjang itu akhirnya dibayar lunas dengan rasa bahagia yang jauh melebihi ekspektasinya selama ini.
Dengan jantung yang masih menyisakan debaran, Dinda langsung menuju dapur dan gegas menyalakan kompor untuk merebus air.
"M-mas tunggu sebentar airnya masih belum mendidih," pinta Dinda berusaha memandang ke segala arah agar matanya tak bertemu dengan mata Dirga yang hingga kini masih menatapnya intens dari meja makan.
Dirga diam-diam tersenyum menatap gadis yang kini sok sibuk membuka kabinet entah mencari apa. Kejadian barusan sepertinya berimbas pada kinerja otak yang membuatnya jadi salah tingkah.
"Istri aku sibuk banget sih?" Dinda terlonjak kala mendapati kehadiran Dirga yang tiba-tiba ada di sampingnya.
"Mas bikin kaget aja," pekiknya.
"Kamu sibuk banget sih pakai rebus air segala," kata Dirga tersenyum manis.
"Buat Mas mandi biar nggak kedinginan lagi," jawab Dinda cepat.
"Kamu lupa di kamar aku ada water heater?"
Dinda terdiam dan menghembuskan nafas, "iya juga ya! Ya sudah untuk bikin teh saja biar badan Mas Dirga cepat hangat."
Lagi-lagi Dinda hendak bergerak menjauh dari suaminya tersebut.
"Din..." Dirga menarik tangan gadis itu hingga mendekat padanya.
"Ya?"
"Ada loh cara yang bisa bikin aku cepat hangat," ucapnya pelan.
"Apaan?"
"Pelukan kamu!" bisik Dirga di telinga istrinya.
Mata Dinda melotot mendengar jawaban genit suaminya itu. "Mas Dirga ih..."
Dirga tertawa mendapati wajah Dinda yang kembali memerah. "Boleh tanya sesuatu?"
"Apaan?"
"Yang tadi, your first....?"
Dinda dengan cepat menutup mulut Dirga agar tidak melanjutkan ucapannya.
"Nggak usah dibahas bisa?" pintanya dengan raut muka mendadak garang bukan main.
"Hanya memastikan," sahut Dirga kembali tertawa dengan ekspresi yang Dinda tunjukkan.
"Kalau iya memangnya kenapa?" tantang Dinda yang sudah bersiap jika sebentar lagi menjadi bahan tertawaan suami jahilnya itu.
Terserahlah! Sebagai wanita yang baru saja merayakan ulang tahun ke dua puluh tiga, hal tersebut memang sesuatu yang baru baginya. Wajar saja jika Dirga menilai dirinya begitu amatir, karena selama ini ia belum pernah pacaran sama sekali dan bertekat menjaga dirinya hingga menikah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
Chick-LitKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
