Kasih komentar yang banyak dong supaya aku semangat ngedit. Nggak papa kalau komentarnya hujatan buat Dirga semua. Aku mah ikhlas🤗
Biasakan memberi vote sebelum membaca
Terimakasih
🍒🍒🍒
Alarm yang berbunyi membangunkan Dirga dari tidurnya yang tak tenang.
Ia segera bangun karena pagi ini ia akan mendatangi Zayyan dan meminta penjelasan.
Seakan tidak ingin membuang waktu. Pagi itu amarah dan kecemburuan yang masih membakar hatinya membuat Dirga mengabaikan segala bentuk etika bisnis dan persahabatan. Ia menginjak gas kuat, menuju kantor cabang di Bandung tempat Zayyan berada.
Ia menerobos masuk ke dalam gedung, mengabaikan sapaan ramah sekretaris yang menghalanginya masuk karena Pak Zayyan sedang tidak ingin diganggu. Ia membuka pintu ruang kerja Zayyan tanpa ketukan apalagi salam, menimbulkan suara dentuman keras di telinga orang sekitar yang tengah bekerja.
Zayyan sedang berdiri di balik meja kerjanya, memeriksa dokumen, seketika terkejut melihat Dirga yang tampak kacau dan diliputi amarah kini berdiri di depannya
"Eh elo, Ga! Tiba-tiba banget ada di sini?kapan lo datang?" tanya Zayyan, berusaha tenang, walau hatinya bergemuruh hebat melihat sosok mantan suami Dinda tersebut.
Dirga tidak menjawab. Ia berjalan cepat, melangkah bagai harimau yang siap menerkam mangsanya. Pria itu menendang kursi putar di depan meja Zayyan hingga benda itu terjungkal.
"Lo penghianat, Bang!" teriak Dirga, suaranya menggelegar, seakan mempresentasikan rasa sakit yang menyesakkan di dadanya sejak kemaren.
"Maksud lo apa?" Zayyan mengerutkan dahi, tidak mengerti kemana arah pembicaraan Dirga saat ini.
"Jangan pura-pura bego, Bang! Kemaren gue liat lo jalan bareng Dinda!"Dirga menatap tajam penuh emosi pada sosok di depannya. "Dasar pengkhianat!'
Zayyan terdiam membaca keadaan dan seketika sadar apa penyebab yang membuat Dirga menatapnya geram saat ini. " Oh sial! Jadi dia melihat aku dan Dinda kemaren," desah batinnya.
"Lo bilang mau fokus ngurusin kantor cabang di sini, padahal lo sedang menjalin hubungan dengan wanita yang selama ini gue cari keberadaannya. Dan lo tau itu, Bang!" Dirga menunjuk Zayyan, tangannya gemetar. Matanya berkilat campuran cemburu dan merasa dikhianati.
"Ga ini.. Ini nggak seperti yang lo... "
"Apa? Nggak seperti apa?"
"Ga, maksud gue ini.... "
"Ohh.. gue tau. Lo pernah berpesan untuk secepatnya menghubungi lo jika gue menceraikan Dinda. Karena lo sedang menunggu jandanya. Dan sekarang lo benar-benar melakukannya, Bang! Lo merebutnya di belakangku." Teriakan Dirga menggema memekakkan telinga seolah menumpahkan segala bentuk kekecewaan, kesedihan dan keputusasaan.
Zayyan mendengus. Wajahnya yang tadinya tenang kini berubah murka. Ia bukan marah karena dituduh, melainkan marah karena Dirga begitu bodoh dan picik. Ia berjalan dari balik meja, berdiri tegak di hadapan Dirga, tubuhnya memancarkan ancaman balasan untuk sang sahabat.
"Lalu kenapa kalau gue merebutnya dari lo? Lo sudah menceraikan Dinda, Ga! Kalau-kalau lo lupa."Zayyan membalik tanya dengan Fakta yang tidak dapat ditepis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
Chick-LitKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
