Jangan lupa vote sebelum membaca dan berikan komentar jika berkenan.
Happy reading!
🍒🍒🍒
Setelah melaksanakan sholat isya yang sempat tertunda sebenarnya Dinda ingin sekali langsung merebahkan badan letihnya di atas kasur. Hari ini terasa sangat panjang dan berat. Tenaga dan emosinya dikuras habis-habisan oleh sesosok pria yang harusnya dia sebut sebagai suami.
Namun sebuah tas besar berisi baju dan perlengkapannya yang teronggok di sudut ruang menjadi sesuatu yang rasanya kurang sedap dipandang mata untuk ukuran kamar elit yang akan ia tempati. Oleh sebab itu, kini gadis tersebut memilih menyibukkan diri dengan memasukkan pakaiannya ke dalam lemari yang tersedia.
Walau hari ini kesabarannya terkuras habis karena sosok pria bermulut tajam bernama Dirga, nyatanya Dinda masih bersyukur karena merasa hari ini tak seburuk yang ia bayangkan sebelumnya saat memasuki kamar yang membuatnya terpesona bukan main.
Yah! Bagi gadis yang sudah lama menjadi penghuni panti asuhan dan lebih sering tidur berdesak-desakan itu, kamar yang di dalamnya tersedia kasur dan lemari adalah definisi kenikmatan dunia yang harus disyukuri. Bahkan Dirga juga berbaik hati meletakkan meja rias di samping tempat tidurnya.
Tolong ingatkan Dinda agar sesegera mungkin meminta ampun pada Allah karena tadi sempat berniat hendak mematahkan batang leher pria arogan tersebut sebelum menjadikan malam ini sebagai malam terakhirnya di dunia.
Jika ditilik dari sudut pandang berbeda, sebenarnya Dirga adalah seorang pria yang masuk dalam jajaran pria tampan, mapan dan menawan. Bahkan saat pertama bertemu, sang gadis sempat terpesona pada senyum indah yang membentang di wajahnya. Tambahan lesung pipi yang nampak ketika ia tersenyum seolah bagai gula yang menambahkan kesan manis di wajahnya membuat kadar pesona pria itu naik beberapa kali lipat.
Sayangnya pesona salah satu keturunan Adam itu mendadak raib saat Dinda tau setajam apa mulut pria tersebut. Jangan lupakan kemampuan ngerap-nya saat mengomel panjang mengingatkan Dinda pada sosok Rapper terkenal yang dimiliki oleh salah satu idol grup asal Korea Selatan yang selalu membuat Anita, sang sahabat berteriak histeris minta dinikahi di depan fotonya yang memenuhi galeri ponsel gadis pecinta K-pop itu.
Yoongi marry me! Yoongi marry me!
Ah lupakan Anita dengan segala kehaluan yang memenuhi alam bawah sadarnya hingga sepertinya sulit untuk disadarkan kembali. Atau bahkan menolak keras untuk disadarkan. Entahlah!
Meninggalkan cerita Anita yang berharap bisa menikah dengan pria asal negri ginseng, Dinda kembali teringat pada pernikahannya yang baru beberapa jam lalu selesai digelar.
Sebuah pernikahan yang .... yah bisa dibilang sangat jauh dari impian pernikahannya selama ini. Sayangnya karena sesuatu dan lain hal dua manusia lawan jenis itu akhirnya sepakat untuk menikah dan mencoba berdamai dengan keadaan yang mengharuskan mereka hidup di bawah satu atap yang sama.
Pada akhirnya Dinda harus mengakui jika keputusannya beberapa minggu lalu adalah sebuah keputusan paling berat yang pernah ia ambil selama kurun waktu dua puluh dua tahun ia hidup di dunia. Dan keputusan tersebutlah yang kini membawanya pada sosok manis dengan gamis putih di pantulan cermin.
Seorang penata rias merapikan kerudung yang dikenakannya agar menutupi dada dengan sempurna. Tak lupa sosok tersebut juga menyematkan sebuah mahkota kecil di atas kepala Dinda yang membuat penampilan gadis tersebut semakin menawan.
Ia bahkan tak mengira jika sosok yang ada di pantulan kaca tersebut adalah dirinya sendiri. MUA yang ditugaskan sang ibu mertua tampaknya mengerahkan seluruh ilmu dan teknik poles memoles yang dimilikinya agar si itik buruk rupa kini bisa menjelma bagaikan seorang puteri raja.
Usai ijab qabul dilaksanakan dan sang mertua menggiringnya untuk menemui sang suami, Dinda bahkan sempat mendapati pria dengan tatapan tajam penuh dengan intimidasi itu tak bisa tidak tertegun saat tatapan mereka bertemu.
Hanya sekilas memang, karena detik selanjutnya tatapan sinis yang ditutupi sedemikian rupa oleh bentangan senyum menawannya membuat Dinda merasa seakan berada di sebuah ring tinju dengan posisi siap bertarung.
Well! Akad sudah dilangsungkan laksana tanda jika pertarungan akan dimulai. Dan kata SAH yang singgah di indra pendengar tak ubahnya seperti peluit yang ditiupkan oleh wasit.
Mau tidak mau! Siap atau tidak siap! Dinda nyatanya harus maju bertarung mengeluarkan berbagai jurus untuk menyerang maupun bertahan dari serangan sang lawan yang tampaknya sulit untuk dikalahkan dalam sekali babak.
Mungkin Dinda dan Dirga harus bangga pada diri mereka masing-masing karena sukses berperan sebagai sepasang pengantin yang tengah kasmaran. Berkat akting yang apik tersebut, tak ada satu tamu pun yang bisa menangkap api permusuhan yang berkobar-kobar di antara mereka.
"Ga! Congrats, Bro!" Setelah tamu yang diundang secara terbatas itu mulai sepi, seorang pria tampan dengan kemeja batik motif klasik yang elegan menghampiri Dirga dan Dinda di pelaminan.
"Thanks, Bang Zay! Lo kapan nyusul?" tanya Dirga menaik turunkan alisnya menggoda. " Umur Lo satu tahun di atas gue kalau-kalau lo lupa."
"Nunggu ada yang mau," sahut pria tampan itu tertawa seakan sindiran sang sahabat bukanlah hal yang perlu dicemaskan.
"Yang mau banyak! Lo aja yang pemilih," sahut Dirga masih nampak semangat menyindir namun lagi-lagi dibalas tawa oleh yang bersangkutan.
Dari interaksi tersebut, Dinda bisa menebak jika mereka adalah dua sahabat yang dipertemukan oleh nasib. Nasib sama-sama masih lajang di usia yang sudah matang.
Agak sotoy memang! Namun Dinda meyakini hal tersebut.
"Gue mau kayak lo aja! "Pria tampan itu terkekeh. "Langsung nikah, gak usah pacar-pacaran. Kalo ujung-ujungnya ditinggalin juga."
"Lo nyindir gue?" tuduh Dirga dengan wajah yang berubah masam. Sebagai sahabat, Dirga memang tak pernah menutupi hal apapun yang terjadi di hidupnya pada pria bernama Zayyan itu. Termasuk urusan asmara.
Pria itu kembali tertawa," Syukur deh kalau lo kesindir."
Oh! Ada drama patah hati juga rupanya.
"Emang rese lo, Bang!" Dirga menonjok bahu berotot Zayyan pelan diiringi tawa sesudahnya.
"By the way, Tante Aminah pinter juga cari mantu," ucap Zayyan pelan di telinga Dirga. Sejak datang satu jam yang lalu, jujur Zayyan memang sempat terpesona dengan kecantikan istri sang sahabat.
Gadis manis dengan kerudung panjang yang menutupi dadanya membuat sahabat karib Dirga itu iri setengah mati. "Nggak sia-sia lo putus dari Ralin kalau dapatnya bidadari surga kek dia," bisik Zayyan lagi. Lirikannya mengarah pada sosok pengantin wanita yang asyik sendiri memperhatikan bucket bunga di tangannya.
"Lebay lo!"
"Bilang ama tante, gue juga mau dong dicariin calon istri solehah seperti istri lo saat ini," pinta Zayyan lagi.
"Gampang! Nanti gue kasih tau Bunda," balas Dirga mengacungkan jempolnya.
Dua sahabat itu tertawa bersama, seolah melupakan kehadiran sosok yang sejak tadi hanya mendengarkan obrolan asyik mereka tanpa bisa masuk ke dalam percakapan dua pria dewasa itu.
Lamunan sekilas tentang akad yang hanya mengundang beberapa kolega dan kerabat itu pada akhirnya sukses menghantarkan Dinda yang telah selesai membereskan pakaiannya larut ke alam mimpi.
Martapura, Oktober 2023
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
Chick-LitKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
