Biasakan memberi vote sebelum membaca
Terima kasih
🍒🍒🍒
Tiga hari setelah surat cerai itu datang, Dinda memilih pergi ke Bandung. Ia merasa tak bisa lebih lama lagi tinggal di rumah yang Dirga berikan. Bayangan kebahagiaan yang seketika berubah menjadi kesedihan membuat mentalnya semakin terpuruk.
Dinda membawa satu tas ransel berisi pakaian dan semua kenangan yang ia miliki. Dengan membaca Basmalah, ia naik kereta menuju Kota Kembang tersebut. Ia bertekad memulai hidup baru di sana seperti saat dulu pertama kali datang ke Jakarta.
Ia pasti bisa!
Sesampainya di Bandung, Dinda menggunakan sisa uang tabungannya ditambah uang hasil menjual ponsel bututnya untuk menyewa tempat tinggal selama beberapa bulan. Dengan janin yang berusia 8 minggu di kandungannya, ia bertekat harus menjadi wanita yang kuat. Yang akan menjadi pelindung bagi sosok yang kelak akan memanggilnya dengan sebutan Bunda.
Kebutuhan yang mendesak membuat Dinda terpaksa mengabaikan pesan dokter yang menyarankankan istirahat total karena kehamilannya yang masih sangat muda.
Dinda tidak bisa berdiam diri. Ia butuh bekerja demi menyambung hidup. Beruntung saat di kereta api yang membawanya dari Jakarta ia bertemu dengan seorang wanita paruh baya baik hati bernama Bu Nimas yang menawarinya untuk bekerja di toko roti & kue sederhana miliknya.
Pekerjaannya sederhana: membantu membuat adonan, memanggang merapikan pajangan, dan melayani pembeli. Dinda bersyukur walau gaji yang ia terima tidak seberapa dibandingkan dengan kehidupan lamanya, tetapi uang itu terasa jauh lebih berharga.
Dinda kini menjalani hari-harinya di antara adonan tepung yang harum dengan aroma mentega, coklat dan vanila.
Di tengah kesibukan mengaduk adonan dan melayani pembeli, Dinda seakan menemukan ketenangan jiwa.
Walaupun sudah menjadi janda dan sendirian, tetapi ia seakan mendapatkan semangat baru untuk kembali bertahan demi buah cinta yang kini menjadi harta terakhirnya. Ia berharap Kota Bandung akan menjadi kota yang mampu memberinya kehidupan yang layak walau sederhana.
Dinda terus berusaha menyibukkan diri agar bayang Dirga tak bisa mampir lagi di kepalanya, walau itu terasa sulit baginya. Bayangan semua kebaikan Dirga seakan tak memberinya ijin untuk melupakan sosok tersebut.
🍒🍒🍒
Malam itu, di sepertiga malam usai sujud panjangnya di atas sajadah, Dinda dikembali ke masa-masa paling gelap dalam hidupnya. Masa lalu yang membuatnya menjadi sosok penuh rahasia.
Saat Dinda masih berusia 2 tahun, dunianya mulai retak ketika kedua orang tuanya bercerai. Perpisahan itu memisahkan dirinya dan kakaknya; sang kakak diasuh ayahnya, sementara Dinda diasuh oleh ibunya di Banjarmasin.
Namun, masa kecil Dinda bersama sang ibu tak bisa berlangsung lama. Ibunya memutuskan menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Hong Kong. Dinda kemudian dititipkan pada keluarga bibinya. Alih-alih mendapatkan kasih sayang, Dinda justru terjerumus dalam lingkungan yang toxic. Paman dan bibinya suka berjudi dan terlilit hutang di mana-mana.
Hidup Dinda menjadi sulit, ia diperlakukan tak ubahnya pembantu. Ibunya sendiri yang awalnya bisa dihubungi lambat laun komunikasi itu putus total. Ibunya seolah lupa akan keberadaan Dinda di tanah air yang selalu menantikan kepulangan sang ibunda untuk kembali memeluknya. Sosoknya hilang tanpa jejak, meninggalkan dirinya di tengah keluarga paman dan bibinya yang membuatnya tertekan.
Puncaknya saat Dinda lulus SMA. Keuangan keluarga bibinya sudah di ambang kehancuran. Tanpa belas kasihan, paman dan bibinya memaksa Dinda untuk bekerja di sebuah karoke remang-remang yang setiap malam selalu ramai dipadati pengunjung.
KAMU SEDANG MEMBACA
Married By Agreement(TAMAT)
Genç Kız EdebiyatıKehidupan damai dan tentram seorang gadis biasa bernama Adinda Sabila mendadak kacau setelah memutuskan untuk menerima pinangan seorang pria bernama Dirgantara Mumtaza Ahmad. Sosok pria bermulut tajam yang selalu memandang rendah dirinya tersebut...
