43. Mimpi atau Halu?

253 24 1
                                        

Double update mumpung rajin ngedit🤗

Biasakan memberi vote sebelum membaca

Thank you!

🍒🍒🍒

Beberapa minggu setelah kepulangannya dari Banjarmasin, tanpa membawa satu pun petunjuk keberadaan Dinda, Dirga nampak semakin kacau. Pria tiga puluh satu tahun itu seakan tak lagi memiliki semangat hidup. Ia terpuruk didalam kubangan penyesalan yang tidak bertepi.

Setiap malam, setelah kembali dari pekerjaan yang ia paksa untuk terus berjalan demi profesionalitas yang ia junjung tinggi, hanya rintihan penyesalan dari mulutnya yang terdengar di atas selembar sajadah. Memohon ampun dan memohon agar Allah yang memiliki sifat pemurah memberikannya petunjuk di mana keberadaan istri dan anaknya.

Kenyataan pahit tentang penderitaan Dinda yang bekerja di tempat hina, dijual oleh keluarga kandungnya sukses membenamkannya dalam rasa bersalah setiap detik. Kini ia menyadari betapa piciknya ia saat memutuskan untuk berpisah.

Didorong oleh rasa bersalah yang kian hari kian membesar dan membuatnya tersiksa, Dirga memutuskan untuk kembali tinggal di rumah mungil yang pernah ia tempati bersama mantan istrinya itu. Ia mencari sisa jejak Dinda di sana, berharap menemukan secuil kenangan manis yang bisa meredakan rasa sakitnya.

Wangi khas Dinda yang tersisa di beberapa sudut rumah, terutama di kamar mereka, membuat Dirga merasakan kehadiran wanita yang paling ia rindukan itu. Setiap malam, ia tidak akan bisa tidur dengan tenang sebelum memeluk bantal guling kesayangan Dinda yang selama mereka menikah selalu Dirga benci karena sering Dinda letakkan di tengah-tengah mereka saat hendak tidur.

"Mas gulingku jangan dilempar gitu,"pinta Dinda yang bibirnya langsung mengerucut melihat guling kesayangannya tergeletak pasrah di lantai akibat ulah Dirga yang melemparnya brutal.

"Guling itu bikin aku nggak bisa meluk kamu erat-erat, Sayang," Jawab Dirga beralasan.

"Tapi kan itu guling kesayangan aku," rengeknya yang akhirnya membuat Dirga kembali memungut lalu meletakkan guling tersebut di samping kiri Dinda.

"Makasih Mas Dirga..." Dinda tersenyum manis yang selalu membuat Dirga seolah terkena ajian semar mesem.

Biasanya Dirga tak akan menjawab, namun tangannya dengan cepat menarik Dinda dalam pelukannya sebelum guling kesayangan sang istri yang ada di sisi kirinya itu menciptakan jarak di antara mereka

Dirga sudah tak tau kemana lagi harus mencari keberadaan wanita yang dicintainya itu. Namun ia bertekat tidak akan pernah menyerah sebelum ia tau keberadaan sang pemilik hatinya tersebut.

🍒🍒🍒

Weekend kali ini, Dirga memutuskan untuk mengunjungi Zayyan yang sedang ditugaskan Pak Hasan di kantor cabang Bandung karena ada beberapa dokumen penting perusahaan yang harus ditandatangani oleh sang sahabat secepatnya.

Ia sengaja tidak mengabari Zayyan karena sebelum menemuinya, Dirga ingin mengelilingi Kota Kembang tersebut, siapa tau di sana ia bertemu dengan Dinda yang setiap malam selalu hadir di mimpinya.

Dirga berkeliaran dari pagi hingga azan zuhur berkumandang, mencoba mencari jejak sang wanita namun hasilnya tetap sama seperti hari-hari sebelumnya. Entah karena Bandung terlalu besar atau Dinda yang tidak berada di kota ini?

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang