36. Ralin Is Back pt. 2

255 22 1
                                        


Biasakan memberi vote sebelum membaca!

Terimakasih!

🍒🍒🍒

Senyuman Dinda yang masih mengembang karena makan siang yang dibawanya ludes tak bersisa dilahap habis oleh Dirga dan Zayyan yang bersahabat dekat, seketika lenyap saat matanya bertemu dengan sosok wanita cantik penuh pesona yang berdiri menatapnya dengan senyuman yang ... terkesan sinis.

"Saya Ralinda Angelina."

Melihat sosok yang disapanya hanya terdiam, wanita cantik itu kini mengulurkan tangan dengan jari-jari lentiknya yang menawan.

Jujur saja, salah satu hal tidak Dinda sukai di dunia ini adalah ketika ditatap sedemikian rupa oleh seseorang dari ujung kaki sampai ujung kepala seolah sedang menaksir harga dirinya.

Dan begitulah yang ia rasakan saat berhadapan dengan wanita cantik yang mengenalkan diri sebagai Ralinda Angelina.

Dinda bukan gadis bodoh yang tak bisa menangkap adanya kesan merendahkan dari tatapan Ralin padanya saat ini. Namun alih-alih pergi, gadis itu memilih tersenyum dan mengangguk lalu mengikuti langkah anggun Ralin menuju kafetaria yang dimiliki kantor perusahaan tempat suaminya bekerja.

Setelah duduk dan memesan minum kini wanita berwajah cantik itu kembali tersenyum padanya.

"Senang bertemu denganmu, Nona....?"

"Adinda Sabila."

Ucapan wanita cantik itu Dinda sambut dengan senyum penuh ketenangan.

"Ah ya!" sahut Ralin tersenyum.

"Saya beberapa kali mendengar namamu disebut oleh Bunda," lanjutnya.

"Jadi... Apa tujuan anda mengajak saya ke sini?" tanya Dinda tampak tak ingin membuang banyak waktu untuk menghadapi Ralin yang beberapa bulan lalu pernah menjadi wanita spesial di hati suaminya.

"Saya hanya ingin berkenalan dengan calon adik ipar saya apa tidak boleh?" tanya Ralin santai dengan senyum tipis yang lebih terlihat seperti ejekan.

"Tentu saja boleh! Saya juga sering mendengar cerita tentang anda dari Papa," jawab Dinda kini tampak bersemangat. Ia tak ingin tampak lemah di hadapan sosok yang menganggapnya rendah.

"Oya?" Ralin menanggapi antusias. "Lalu... Apa anda pernah mendengar cerita tentang saya dari suami anda?" tanyanya menekan pada kata suami.

"Suami saya? Maksud anda?" Dinda mengernyit sebagai reaksi akibat lemparan pertanyaan Ralin yang mendadak.

"Apa Aga belum pernah bercerita jika sebelum menikahimu ia memiliki kekasih bernama Ralin?"

"Oh jadi anda Ralin yang pernah jadi wanita istimewa di hati suami saya?" tanya Dinda dengan nada terkejut yang ia buat-buat.

"Begitulah!" sahut Ralin. Ekspresi bangga jelas sekali nampak dari wajahnya yang benar-benar mulus hasil dari perawatan dengan harga fantastis.

Dinda kembali tersenyum walau kini dalam hatinya terjadi guncangan yang sangat dahsyat. Berhadapan dengan sosok sempurna seperti Ralin sejatinya benar-benar membuatnya insecure tingkat dewa.

Namun saat ingat pesan Bunda yang mengatakan jika dirinya tak boleh merasa rendah diri dari orang lain, sedikit banyak membuat Dinda kembali menemukan rasa percaya dirinya.

"Sekedar informasi, kisah cinta romantis kami pernah terjalin dua tahun lamanya," ucap Ralin seakan ingin memberikan pemahaman pada Dinda jika dirinya lebih terdepan dari Dinda karena lebih lama mengenal dan menjalin hubungan dengan pria yang kini sudah menjadi suami gadis berkerudung itu.

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang