31. Menolak Move On

324 31 0
                                        

Biasakan memberi vote sebelum membaca!

Happy reading!

🌷🌷🌷

Selama seminggu di sana, Ralin selalu mencari berbagai cara agar bisa berbicara secara pribadi dengan Dirga. Namun sosok itu seolah berubah menjadi tertutup dan memilih masuk ke dalam kamar hotel setelah pekerjaannya selesai. Belum lagi senyum manisnya yang mengembang menatap ponsel pintarnya alih-alih terpesona dengan penampilan Ralin yang menggoda, membuat wanita dua puluh enam tahun itu menjadi kesal sendiri.

Saat kembali ke Indonesia, akhirnya Ralin bisa mengajak pria itu makan di sebuah resto dengan alasan ingin membahas sesuatu tentang pekerjaan setelah mereka keluar dari bandara.

"Ga aku minta maaf atas kesalahan yang pernah aku lakukan padamu." Usai membahas pekerjaan, Ralin mulai memancing Dirga pada obrolan yang bersifat pribadi.

Dirga mengangguk santai, "sudahlah, Ra! Tak perlu membahas hal yang telah lalu. Kita jalani saja hidup kita masing-masing sekarang. Lagi pula sebentar lagi kamu akan menjadi kakak iparku," jawab Dirga dingin. Tak ada lagi kilatan emosi di mata pria tersebut seperti yang Ralin lihat beberapa bulan yang lalu saat mendapati ia dan Daffa tengah berkencan di sebuah hotel di pusat kota Bandung.

"Tapi Daffa tidak sebaik kamu!" rengek Ralin dan Dirga akhirnya berdecak karenanya.

"Kenapa kamu justru mengadukannya padaku? Harusnya hal ini kamu bicarakan dengan Daffa agar dia merubah sikapnya," sahut Dirga datar.

"Bagaimana jika aku belum move on dari kamu?" tanya Ralin dengan ekspresi sendu yang dulu selalu berhasil membuat Dirga yang menjadi kekasihnya luluh. Sayangnya kali ini sepertinya usaha tersebut tidak membuahkan hasil yang ia harapkan. Bukannya luluh Dirga justru tampak tidak peduli.

"Itu bukan urusanku lagi!" sahut Dirga cepat.

"Apa karena gadis lusuh dari panti itu yang membuatmu melupakan kebersamaan manis kita dulu?" tanya Ralin tersenyum sinis kala menyinggung sosok yang kini sudah menjadi pendamping Dirga.

"Jaga ucapanmu itu, Ra! Walau gadis biasa, tapi dia adalah sosok luar biasa di mataku." Mendengar sosok sang istri diremehkan jelas Dirga tidak suka.

"Tak perlu membela gadis miskin itu di depanku, Ga! Kami berdua jelas berada di level yang berbeda!"

Dirga tersenyum masam," Sikap seperti inilah yang membuatku sadar jika kamu memang tidak pantas diperjuangkan," sentak Dirga

Setetes bening jatuh dari pelupuk mata hazel itu saat tanpa permisi Dirga beranjak pergi meninggalkan Ralin yang tampak masih berharap mereka untuk kembali bersama.

"Ga tolong maafin aku," kejar Ralin mensejajari langkah Dirga yang lebar.

"Aku sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf," jawab Dirga yang tiba-tiba merasa hawa badannya memanas.

"Jadi sekarang kita berteman?" Dirga merasa tiba-tiba pusing saat Ralin menghentikan langkahnya dengan mengulurkan tangan padanya.

Untuk mempersingkat waktu pria itu menyambut uluran tangan tersebut dan merasakan seakan tersengat aliran listrik ketika telapak tangan mereka bersentuhan.

Married By Agreement(TAMAT) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang