5

22.7K 1.3K 44
                                        

"Bi habis sarapan, Devan mau ke sekolah ya" izin Devan.

"Loh bukannya kamu udah mau lulus, kenapa masih sekolah Dev" jawab bi Inah sambil memakan sarapan.

Mereka tengah sarapan meja dapur bersama para maid yang lain. Sedangkan para pengawal sarapan dihalaman depan.

"Nggak tau, katanya ada pengumuman" ucap Devan.

"Yaudah hati hati, nanti kamu kerja kan?" Ucap mbak nia.

"Aku izin ke bi Inah, ngapain mbak yang nyahut sih" kesal Devan.

Para maid terkekeh melihat Devan kesal. Mereka suka melihat Devan yang kesal daripada meringis menyembunyikan sakitnya.

"Ya gapapa, kan semua maid disini juga berhak ngizinin kamu. Ya kan bi" sahut mbak Dewi.

"Iya Dev, kamu itu yang termuda diantara kami, jadi wajar klo kita kepoin kamu" canda mbak Nia.

"Bi mereka itu gangguin Devan Mulu" rengek Devan pada bi Inah.

"Udah kalian ini, ayo cepet habisin sarapan, Devan nanti kalo berangkat hati hati, pulangnya jangan malam malam" ucap bi Inah.

"Iya bi" ucap Devan sambil mengejek pada Nia dan Dewi.

---

Revan menuruni tangga dan melihat Devan yang membawa ransel dipundaknya sambil berjalan keluar. Dengan cepat Revan menghampiri Devan dan menarik tangan Devan agar berhenti.

"Mau kemana Dev" tanya Revan.

"Saya mau kesekolah tuan muda" ucap Devan sambil menunduk.

"Tatap gua Devan, bukan lantai" tegas Revan. Dia tidak suka melihat adiknya bertingkah seperti pelayan.

"Maaf tuan muda" ucap Devan masih terus menunduk. Dia takut berbuat kesalahan lagi.

"Ck, ayo gua anterin daripada Lo jalan" ucap sambil menarik Devan menuju mobilnya.

Tadi malam setelah makan malam Revan meminta mobil pada Alex. Dan langsung diangguk i oleh Alex. Dan tadi pagi mobil Tesla model X sudah terparkir di garasi.

"Tidak usah tuan muda, saya sudah terbiasa jalan kaki kok" tolak Devan saat didepan mobil Revan.

Revan menatap Devan datar. "Nggak usah banyak nolak," dan memasukkan Devan ke mobil nya lalu Revan memasuki mobilnya dan berjalan keluar dari mansion.

"Tunjukin arahnya" ucap Revan tanpa menatap Devan.

Devan akhirnya memberi arahan menuju sekolahnya.

10 menit kemudian mereka telah sampai di SMP CEMPAKA.

"Makasih tuan muda" ucap Devan lalu keluar dari mobil.

"Abang Dev, gua Abang Lo" gumam Revan.

Nyatanya terlalu sulit mengucapkan kalimat itu di depan Devan.

Lalu mobil Revan melaju pergi.

---

Devan berjalan santai menuju kelasnya yang berada dilantai 3 paling ujung.

"Dev tungguin!!!" Teriak Azam dari kejauhan.

Devan hanya menoleh sekilas kembali melanjutkan jalannya tanpa menunggu Azam.

"Tega Amat lu sama temen sendiri" ucap azam saat berhasil menyusul Devan.

Devan hanya diam dan akhirnya mereka berdua berjalan bersama menuju kelas. Ternyata semua murid sudah lengkap bahkan pak Rian pun sudah duduk manis dimeja guru.

invisible Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang