Devan mengerjapkan matanya, tangannya reflek meremas rambutnya saat merasakan pusing.
"Hey jangan ditarik, nanti tambah sakit" sebuah tangan menahan tangan Devan agar tidak meremas rambutnya.
Devan menoleh dan menatap seorang pria yang dihadapannya ini dengan tatapan bingung.
"Saya Reno, kakak dari mommy kamu" ucapan Reno membuat Devan kaget langsung duduk membuat kepalanya tambah pusing.
"Jangan langsung duduk, kamu baru bangun" ucap Reno membaringkan Devan lagi.
"Om tau ibu saya?" Tanya Devan dengan penuh harap.
Reno menganggukkan kepalanya lalu tersenyum.
"Devan mau ketemu ibu" gumam Devan sambil mencoba duduk kembali kali ini dengan perlahan.
Tapi Reno kembali menahannya.
"Nanti ya, sekarang kamu istirahat lagi demammu masih belum turun. Mommy kamu masih belum sampai" bujuk Reno.
Devan ingin sekali menolak tapi karena badannya juga lemas. Akhirnya dia menurut kembali berbaring.
"Makasih" gumam Devan yang masih didengar oleh Reno.
Reno mengusap pelan rambut Devan hingga keponakannya kembali tertidur. Lalu keluar dari kamar zildan.
"Hasil labnya sudah keluar yah?" Ucap Reno saat melihat Edger memegang amplop label rumah sakit.
Tadi pagi samuel datang untuk kembali memeriksa keadaan Devan sekaligus mengambil sampel darah Devan.
"Retoris banget pertanyaanmu" cibir Samuel yang juga berada di ruang tamu.
Reno menghiraukan cibiran sahabatnya itu dan duduk disamping Edger untuk melihat hasil labnya.
"Jadi selain imunnya yang lemah, Devan juga punya beberapa alergi?" ucap Edger menatap Samuel.
"Iya om. Sebisa mungkin jauhkan Devan dari makanan yang mengandung susu, kacang kacangan sama seafood, itu juga pemicu asmanya kambuh. Untuk susu kalian bisa ganti dengan susu hypoallergenic yang khusus buat alergi susu sapi sama soya" ucap Sam.
"Selain ini tidak ada lagi kan Sam?" Ucap Edger memastikan.
"Sudah om, kalo gitu Sam izin pamit mau praktek ke rumah sakit" pamit Samuel lalu pergi.
"Sebaiknya ayah hubungi ana buat cepet pulang" ucap Reno.
"Tadi ayah sudah telfon ana dan memberitahu tentang Devan. 30 menit lagi ana sampai" ucap edger.
"Hmm kemana ibu dan Vela yah" ucap Reno saat tidak melihat ibu dan istrinya yang biasanya bersantai diruang keluarga.
"Huft saat kamu masuk ke kamar zildan, mereka berdua pergi ke mall untuk membeli kebutuhan Devan" jawab Edger.
"Zil sama Oli?" Tanya Reno lagi.
"Oli belum pulang dan kamu nggak lupa kan kalo kamu ngelarang Zil keluar dari kamar tamu" jawab Edger dengan sabar.
"Oh iya kalo gitu Reno mau Zil dulu, ayah telfon Oli buat cepet pulang" suruh Reno pada Edger sambil menaiki tangga lagi menuju kamar tamu.
"KURANG AJAR YA KAMU, SEENAKNYA NYURUH ORANG TUA!!" teriak Edger.
"MAAF YAH" balas Reno dari lantai 2.
Edger lalu membuka ponselnya lalu menghubungi Oliver.
"Pulang atau kakek bakar papan skateboard mu" ucap Edger lalu memutuskan panggilan sepihak tanpa mendengar jawaban Oliver.
KAMU SEDANG MEMBACA
invisible
General FictionDevan yang harus berpisah dengan kembarannya dan bertahan ditengah keluarga yang tak mengharapkan kehadirannya Published : 17 Oktober 2023 Tamat : 27 September 2024 Revisi : 13 september 2025
