"makasih ya om udah Dateng ke acara lulusan ku, Devan nggak nyangka om" ucap Devan dengan gembira.
Tadi yang datang ke acara kelulusan nya adalah Roy. Dengan setelan kemeja yang lengan dilipat sampai siku Roy maju ke podium menyalami dewan sekolah dan berfoto bersama.
Devan tak dapat menahan bahagianya hingga menetes kan air mata melihat datang Roy datang seperti seorang ayah.
"Iya, jadi kamu jangan sungkan kalo ada undangan buat wali, om siap buat jadi wali kamu" Roy tersenyum
Saat ini mereka tengah makan siang di cafe dekat sekolah Devan.
"Tapi om tau darimana kalo Devan hari ini wisuda" heran Devan.
Karena setaunya hanya Alex yang tau perihal undangan ini. Bahkan bi Inah dan maid lainnya tau saat makan malam tadi.
"om nggak sengaja ambil robekan undanganmu waktu mbak Dewi buang sampah" jawab Roy.
Devan pun paham lalu melanjutkan makannya.
Flashback on
Roy berniat mengambil minum di dapur melihat sebuah kertas jatuh dari kantong sampah yang akan Dewi buang.
"Eh dew, sampahnya jatuh" ucap Roy sambil memungut gumpalan kertas itu.
Saat akan memberikan pada Dewi, Roy sempat melihat logo sekolah Devan.
"Ini saya aja yang buang nanti" ucap Roy sambil melihat kertas tadi. Dan Dewi pergi meninggalkan Roy.
"Undangan untuk walimurid acara kelulusan. Pasti ini sebab tuan Alex menghukum Devan" kini Roy tau alasan Devan terluka.
Roy pun menyimpan kertas itu ke dalam saku celananya Dan pergi mengambil air.
Flashback off
"Dev mulai sekarang panggil om papa" ucap Roy.
Uhuk
Devan terkejut hingga tersedak merasakan dadanya sakit. Roy panik lalu memberikan minumannya pada Devan.
Tanpa melihat, Devan langsung meminumnya.
Bruffhh
Devan menyemburkan minumannya hingga terkena Roy yang berada didepannya.
Roy dengan kesal mengusap wajahnya dengan tisu.
"M-maaf om. Kopinya pahit banget" ucap Devan dengan takut.
Memang minuman yang dipesan oleh Roy adalah expresso double shot.
"Hahaha om lupa, reflek Dev lagian ngapain kamu keselek segala" ucap Roy meringis.
"Ya aku kaget om bilang gitu tiba tiba" jawab Devan.
"Jadi sekarang panggil papa ya" ucap Roy dengan mengelus rambut Devan.
Hiks hiks
Devan menangis sambil menunduk.
"Usapan papa nyaman banget, makasih udah mau jadi papa Devan" ucap Devan.
"Iya jadi mulai sekarang kamu harus cerita sama papa kalo ada masalah ok. Jangan kamu pendam sendiri. Udah berhenti nangisnya nanti sesek lagi" ucap Roy.
Devan mengusap air matanya lalu kembali berbincang ria dengan Roy.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang memperhatikan mereka sejak awal mereka memasuki cafe.
"Hoy ngapain sih lu ngeliatin ke arah sana, ada cewek cantik ya" genit Darren.
"Ck apaan sih Lo, nggak jelas banget" kesal Zeland.
KAMU SEDANG MEMBACA
invisible
General FictionDevan yang harus berpisah dengan kembarannya dan bertahan ditengah keluarga yang tak mengharapkan kehadirannya Published : 17 Oktober 2023 Tamat : 27 September 2024 Revisi : 13 september 2025
