Penulis: Sukirah
Hanya ada satu titik cahaya sebagai penerang. Layaknya diri yang terasa jatuh dalam hampa yang hitam, seonggok lilin menyala memberi terang pada otak yang telah menyerah pada keadaan yang membuat perih.
Merintih diatas kesendirian, mereka tertawa bahagia entah memikirkanku yang tengah lemah. Sudut kosong tempatku terduduk lelah, mencurahkan hati pada hampa dan debu yang beterbangan dalam kekosongan.
Suara itu lagi, datang menyapa diri. Tak kuat, diri merasa kalut sebab ia selalu membuat lupa diri yang kerap sulit memegang kendali.
Gorden tertiup angin hingga menusuk kulit kering kecoklatan, dingin terasa begitu nyata. Sosok itu berdiri memberi tangan besarnya, dan berkata harus ikut dengannya. Sulit untuk bergerak tak mampu menolak hingga jiwa berhasil dicuri oleh si dia, akhirnya lilin tertiup bersama hilangnya mata yang tertutup.
KAMU SEDANG MEMBACA
NAGA
AléatoireNAGA atau Narasi Gambar adalah kegiatan mingguan Country of Literacy yang dilaksanakan setiap hari Selasa. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan imajinasi dan kreativitas para member Country of Literacy. Dan kegiatan ini juga membantu...
