Redup

1 1 0
                                    

Penulis: Hima

Fariz mencoba mengusap kelopak mata milik Khalisa yang terlelap di pangkuannya usai berperang dengan tangis dan sesak yang tadi membuncah dadanya. Ia memandang mata sang adik yang tampak sembab sebelum mendaratkan sebuah kecupan, “Sakit banget ya, Icut?” bisiknya halus.

“Seandainya Umma masih bersama dengan kita, mungkin kamu nggak akan kesepian,” Fariz menghela panjang, ia sungguh merindukan binar kebahagiaan yang terpancar dari mata sang adik. Tangan kekar itu mencoba memeluk tubuh ringkih Khalisa yang tampak tenang, “Abang rindu dengan mata kamu yang bersinar bahagia itu, bukan tatapan kosong, Saa.”

NAGATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang