KAIDAR; FIFTY TWO

1.4K 43 12
                                        

--ENJOY YEOROBUN--

***

-tandai jika ada typo!

--Happy Reading--

~o0o~

Kaili dan yang lain menghentikan motor mereka tepat di depan pintu basecamp REXOLIUS, mereka turun setelah melepaskan helm dan masuk kedalam bangunan 2 lantai itu. Kenzo sengaja menyarankan untuk mengobati luka lengan ketuanya itu di basecamp sebab tepat mereka tadi memang tak jauh dari basecamp REXOLIUS. Apalagi melihat sepertinya Darrel hendak mengantarkan Kaili pulang ke rumah jadi sebaiknya luka itu di obati dulu agar tidak menimbulkan kekhawatiran satu rumah terlebih lagi jika Delana tau kalau putra kesayangannya terluka pasti akan tambah runyam masalahnya.

"Untung kita lewat tadi, kalo gak mungkin tuh orang juga bakal lukain Kai." ucap Kenzo seraya mendudukkan dirinya di sofa.

"Bener! Emang tuh orang sintingnya gak abis-abis." Garry ikut duduk disebelah Kenzo, "Pengen di masukin ke bui lagi kayaknya."

Finn ikut bergabung dengan membawa kotak P3K di tangannya, "nih.." ia menyerahkannya kepada Kaili.

"Siniin tan- Eh, eh..!"

Bukannya memberikan tangannya Darrel justru malah menarik Kaili untuk beranjak dari duduknya dan membawanya menaiki tangga menuju lantai atas dengan kotak P3K yang masih setia di tangan Kaili.

Melihat itu Garry mendengus kesal, "pengen berduaan aja terus." gumam Garry, pasalnya ia tau kemana Bos nya itu akan membawa Kaili.

Darrel hendak membawa Kaili masuk ke dalam suatu kamar yang merupakan kamar miliknya. Sementara Kaili hanya mengikuti saja langkah laki-laki itu. Setelah menutup pintu kamar, Darrel langsung menarik Kaili untuk duduk di tepi ranjang. Ia perlahan membuka jaketnya dan menyisakan t-shirt hitam polos berlengan pendek, darah di lukanya masih menetes walaupun sudah tak sebanyak tadi.

Kaili menatap sesaat luka tersebut kemudian mulai membuka kotak P3K yang di bawanya tadi, ia mengambil kapas dan menuangkan sedikit alkohol di kapas tersebut. Kaili meraih tangan Darrel, dengan perlahan dan telaten ia mengusap luka di tangan laki-laki itu.

Darrel hanya diam dengan ekspresi datar. Sebenarnya luka itu tak terasa apapun baginya, tapi ia sesekali sengaja meringis untuk menarik perhatian Kaili yang sedang fokus mengobatinya.

"Pelan-pelan byy.."

Kaili menatap wajah memelas Darrel, "ini udah pelan." ia kembali fokus pada luka tersebut, "lagian lo juga sih kurang hati-hati. Untung cuma kena tangan, kalo tadi kena perut lo gimana? Kan repot, harus ke rumah sakit malem-malem begini." dumelnya.

"Gue udah hati-hati, si bangsat itu aja yang pengecut. Pake senjata segala. Kalo gak tadi udah gue matiin tuh orang."

"Terserah." tangannya sibuk melilitkan perban pada lengan Darrel.

Setelah selesai mengobati lengan laki-laki itu Kaili kembali merapikan kotak P3K dan menyimpannya di laci nakas. Sementara itu Darrel merogoh telpon genggam dari sakunya, melihat jam di layar benda pipih tersebut dan mencari kontak seseorang untuk dihubungi.

"Apa?"

"Gue mau istirahat, lo semua jangan balik."

"Hm.. jangan apa-apain anak gadis orang."

"Pikiran lo kejauhan."

"Gak ada yang tau."

"Suka-suka gue."

KAIDAR: Bad Couple!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang