KAIDAR; FIFTY SEVEN

121 15 3
                                        

--ENJOY YEOROBUN--

***

-tandai jika ada typo!

--Happy Reading--

~o0o~

"KAILI AWAS!!"

BRAK!!

"KAILI!"

Seketika waktu berhenti, jam bagai tak berjalan, detik itu juga Darrel mematung. Napasnya seakan terhenti melihat dengan mata kepalanya sendiri gadis yang harusnya ia jaga terpental jauh setelah tubuhnya bertabrakan dengan sebuah mini cooper yang melaju cukup kencang. Darrel tak pernah membayangkan kejadian tersebut tapi kini ia harus menyaksikan nya sendiri dengan jelas.

Kedua laki-laki yang bersebrangan itu berlari cepat ke arah Kaili yang terbaring di tepi jalan dengan keadaan kacau. Kepalanya mengeluarkan darah yang cukup banyak dari bagian pelipis wajah gadis itu.

Dengan tangan yang dingin Darrel perlahan mengangkat kepala Kaili. Berharap gadisnya masih sadar dan bisa mendengar suaranya, "Kai.. ini gue," Darrel menepikan sebagian rambut yang menutupi wajah cantik Kaili, "please.. bangun Kai! Kalo sampai terjadi sesuatu sama lo gue nggak akan bisa maafin diri gue sendiri!"

"Dar, kita harus bawa Kai ke Rumah Sakit," Shankara tenang tapi tidak dengan pikirannya.
Dari fisik memang hanya pelipis Kaili yang terluka tapi mereka tak akan tau keadaan Kaili yang sebenarnya jika mereka hanya diam tanpa tau harus melakukan apa dengan Kaili yang tak sadarkan diri. Shankara khawatir Kaili mengalami luka dalam yang akan berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

"Darrel!"

Dengan sigap Darrel mengendong tubuh Kaili, dengan arahan dari pengendara mobil tadi Kaili di bawa masuk ke dalam mobilnya untuk di bawa ke Rumah Sakit. Beruntung pemuda yang menabrak Kaili tidak lari dari TKP dan bertanggung jawab untuk membantu mereka agar Kaili segera di berikan penanganan medis.

"Darrel?"

Panggilan Shankara menghilangkan lamunan Darrel dari kejadian sejam yang lalu. Laki-laki itu linglung, khawatir dengan keadaan Kaili saat ini. Pikirannya sudah kemana-mana, ia takut akan ucapan yang akan di dengarnya saat dokter keluar setelah memeriksa kondisi Kaili.

"Berdoa semoga kondisi Kaili baik, Dar." Shankara terus menerus menenangkan Darrel walaupun sebenarnya dia sendiri juga takut jika terjadi sesuatu pada gadis itu. "Gue udah telfon orang tua lo, mungkin bentar lagi mereka dateng."

"Kalo sampai Kaili kenapa-napa gue nggak tau harus ngomong apa ke mereka."

Shankara menepuk pelan pundak Darrel memberi keyakinan bahwa Kaili akan baik-baik saja, "gue yakin dia kuat."

Dering benda pipih di saku celananya mengalihkan perhatian kedua laki-laki itu. Tanpa melihat siapa yang menghubunginya Darrel langsung mengangkat panggilan tersebut.

"Lo di Rumah Sakit mana Bos? Kita nyusul sekarang."

"Adhitanagara Hospital."

Panggilan berakhir setelah satu kalimat itu keluar dari mulut Darrel. Sejak tadi Darrel dan Shankara hanya berdiri di depan pintu ruang rawat Kaili, mondar-mandir menunggu dokter selesai memeriksa kondisi Kaili.

"ABANG!"

Dari kejauhan terlihat Steffy, kedua orang tuanya, dan kedua orang tua Kaili berjalan mendekat kearah mereka berdua. Langkah mereka terburu-buru dengan raut wajah yang jelas menunjukkan kekhawatiran.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 13 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KAIDAR: Bad Couple!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang