--ENJOY YEOROBUN--
***
-tandai jika ada typo!
--Happy Reading--
~o0o~
Di sebrang jalan ada sepasang mata yang sedari tadi mengawasi Kaili dari kegiatannya bersama Shankara. Tangan pemuda itu mengepal erat menahan emosi dalam dirinya, sementara yang di awasi malah asik duduk bersebelahan.
Kaili yang awalnya angguk-angguk meladeni ocehan Shankara kini mengalihkan pandangannya ke arah depan, tepat di pinggir jalan di dekat taman ada seseorang yang amat sangat ia kenali. Dada Kaili mendadak sesak saat melihat tatapan mata dari laki-laki itu, wajahnya memerah. Laki-laki yang dia coba hidari tengah berdiri tegap di sebrang sana.
"Darrel.."
Shankara yang sadar akan hal itu juga mendadak berdiri dari duduknya, ia tau tatapan itu, "salah paham lagi nih."
Kaili bangkit dan langsung berjalan, ia mempercepat langkahnya untuk menghentikan Darrel yang akan pergi dengan motornya, "Darrel! Dengerin gue dulu!"
Dengan helm yang ada di tangan nya Darrel menaiki motor kebanggaan, setelah helm miliknya terpasang rapi ia hendak menyalakan motor tersebut namun kegiatannya terhentikan dengan teriakan lantang Shankara yang memanggil nama gadisnya.
"KAILI AWAS!!"
BRAK!!
****
"Mama kangen banget sama kamu, sayang."
Anak laki-laki yang di peluk Sera membalas erat pelukannya, "aku juga kangen banget sama Mama. Mama sibuk terus sama anak orang lain sampai lupa sama anak sendiri." dumel nya.
"Eh nggak boleh gitu, sayang, dia juga saudara kamu. Mama sayang kalian berdua."
"Tapi Mama lebih milih ngurusin dia daripada ngurusin aku," ujarnya seraya melepas peluka mereka.
Sera hanya bisa tersenyum melihat wajah putra satu satunya, sudah lama mereka tidak menghabiskan waktu bersama karena dirinya sibuk dengan keluarganya yang baru, tapi bukan berarti ia melupakan putra kesayangannya dari pernikahan sebelumnya.
"Kamu sendiri yang nggak mau tinggal sama keluarga baru Mama, kan, setelah tau Mama punya anak lain."
"Ya karena aku nggak mau tau mereka. Lebih baik aku tinggal sama Papa yang galak dari pada harus kenal orang baru yang menyandang status Papa tiri buat aku."
Memandangi anak nya yang manyantap makanan kesukaannya, Sera sadar akan satu hal, sama seperti Kaili, putranya ini juga tidak menyukai Agam sebagai ayah baru untuk nya. Dalam lubuk hatinya Sera juga tidak ingin rumah tangga nya yang dulu dan berdampak pada putranya. Tapi takdir sudah menetapkan bahwa pernikahan itu tidak bisa lagi untuk di pertahankan. Saat anak mereka kecil hak asuh jatuh kepada sang ayah karena pada saat itu dia tidak memiliki apa-apa untuk mempertahankan putranya, dan saat putranya berusia 10 tahun ia sudah memiliki uang untuk mengajukan banding agar hak asuh anak jatuh padanya tapi lagi lagi Sera kalah dengan mantan suaminya. Lalu setahun yang lalu saat anak nya sudah berusia 17 tahun dan bisa memilih untuk tinggal bersama siapa sayangnya putra mereka memilih untuk tetap tinggal bersama sang ayah dengan alasan dia tidak mau masuk ke dalam keluarga baru sang ibu setelah sebesar itu apalagi saat dia tau jika dia memiliki saudara tiri.
"Maafin Mama.."
Meletakkan alat makan nya anak laki-laki itu menatap wajah sedih Sera, "Ma, kita udah sering bahas hal ini, kan. Aku tau Mama nggak mau kayak gini tapi bertahan sama pernikahan yang udah hancur itu nggak ada gunanya. Mama berhak bahagia sama orang lain karena Papa cuma bisa kasih kesedihan buat Mama."
Sera bangga dengan pemikiran dewasa sang putra. Ia tak pernah menyesal melahirkan putranya, Sera hanya menyesal karena ia tak dapat berperan sebagai sang ibu di sebagian masa kecil putranya.
"Mama senyum dong, aku kesini kan buat abisin waktu bareng Mama. Bukan buat liat Mama sedih."
Seketika senyum Sera melebar, "iya sayang, iya. Abis ini kita mau kemana lagi?"
****
Suasana basecamp REXOLIUS hening. Sore ini hanya ada anak-anak inti yang duduk disana. Sejak tadi mereka menunggu Darrel untuk membahas tentang informasi keberadaan Ezra yang baru-baru ini terdeteksi kembali ke Indonesia, tapi yang di tunggu tak kunjung datang padahal sekarang sudah cukup sore. Jam dinding menunjukkan pukul 05.00 wib.
"Apa kita lanjut ntar malem aja? Soalnya udah sore gini Darrel nggak nongol-nongol." usul Garry.
"5 menit lagi kalo Darrel belum datang juga kita cabut." setelah berpikir akhirnya Finn menyetujui usulan Garry yang sudah 3 kali dia ucapkan.
"Kemana ya si Bos?"
"Gue juga kagak tau. Di telfon nggak di angkat sama dia." ujar Kenzo tak kalah bingung dengan Garry.
Setelah 5 menit menunggu akhirnya mereka berempat memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing. Finn sempat mengirim pesan kepada Darrel jika mereka akan berkumpul lagi nanti malam, tapi pesan itu sama sekali belum di baca oleh Darrel.
Menempuh 1 jam mengendarai motor Finn dan yang lain di kaget kan dengan tiga motor yang berderet rapi di pinggir jalan tanpa pengendara nya. Bukan motornya tapi mereka justru kaget karena tau siapa saja pemilik motor-motor itu. Dua motor jelas sangat mereka kenali, motor itu milik Darrel dan Shankara tapi satu lagi mereka menebak ciri-ciri nya mirip dengan motor milik Kaili. Namun sekarang mereka bertanya-tanya kenapa ketiga motor itu ada di pinggir jalan tanpa pemiliknya?
Kebetulan di sebrang sana ada seseorang pemuda yang sedang duduk di bangku depan mini market sambil terus menatap lurus pada mereka berempat membuat Saddam memberanikan diri untuk mengulur kan tangan memanggil pemuda tersebut. Laki-laki itu berkemeja hitam dengan stelan rapi seperti tak asing bagi mereka. Ditambah lagi dia paham dengan kode yang di berikan Saddam.
"Kemana pemilik motor-motor ini?"
"Tuan muda Darrel dan sepupunya tuan muda Shankara pergi membawa Nona Kaili ke Rumah Sakit." jelas laki-laki yang ternyata adalah salah satu orang Darrel.
"Rumah Sakit?"
"Tadi sore Nona Kaili di tabrak sebuah mobil dan di larikan ke Rumah Sakit."
Mata Garry melotot sempurna, "APA?!"
"Iya, saya di minta tuan Shankara untuk berjaga disini."
"Pantes si Bos nggak angkat telfon gue tadi." tutur Kenzo menatap yang lain.
"Terima kasih infonya." ucap Finn sebelum laki-laki itu mengangguk dan berbalik kembali.
"Coba telfon lagi, Zo, siapa tau sekarang di angkat." usul Garry.
Mendengar itu Kenzo langsung meronggoh benda pipih di saku celananya. Tak ada salahnya mencoba usulan Garry, siapa tau kali ini panggilan nya benar-benar di angkat oleh Darrel.
Sedetik.. dua detik... akhirnya panggilan tersebut terhubung dengan Darrel. Suara di seberang sana terdengar lemah untuk seorang Darrel.
Kenzo langsung meng-speaker panggilan tersebut agar yang lain bisa mendengar suara Darrel.
"Lo di Rumah Sakit mana Bos? Kita nyusul sekarang."
"Adhitanagara Hospital."
TBC...
Haloo bessttt!
Aku kehabisan kata2 mau ngomong apa hehe
Tapi kalo draft mah masih banyak ini yang belum di edit wkwkk
Ehh btw dimana chapter kali ini??
Seru tidakk bessttt! 🫣
Besok aku usahain up lagi ya ga janji tapi mwhehehe✌🏼😁
Pada minta double tapi gabisa sehari 2 chapter soalnya banyak kata2 yang belum di edit.. udah di edit aja kadang masih banyak yang typo apalagi belum samsek😭🗿
See u next chapter all👋🏼
Janlup follow Instagram kita!
@clndrakaili.mllry
@darrelgntl_
@sunskyaaa_
Salam pacar Yeonjun
-rinn
KAMU SEDANG MEMBACA
KAIDAR: Bad Couple!
Romans❌ PLAGIAT DILARANG MENDEKAT ❌ Calandra Kaili Mallory. Anak tunggal pengusaha sukses yang memiliki sikap kurang ajar dan tak terpuji. Ia tak suka diatur dalam hal apapun. Karena sikapnya lah sang Papa memutuskan untuk menjodohkannya dengan anak sahab...
