Aku mau ngebut buat kelarin ini whehehe (klo gak males wkwkw) jgn lupa komen dan votenya yaa🫶🏻
*****
Seorang gadis berseragam SMA tengah berlari terburu-buru, ia hendak memasuki sebuah kafetarian kampus Wardana. Seolah sibuk membenarkan tali tasnya yang sempat putus, tanpa memperhatikan jalan, bahunya tertabrak dengan seseorang yang membuatnya mundur beberapa langkah tepat di depan pintu kafe. Ditambah ada suara pekikan dari seseorang di depannya.
"Anj!"
Gadis itu mendongak, cukup terkejut melihat siapa yang bertabrakan dengannya. "M-Maaf, Kak."
Lelaki itu menatap sang gadis dengan sinis. "Lo punya mata nggak?!"
"Maaf."
Lelaki itu berdecak dan berlalu begitu saja. Baru saja sang gadis ingin kembali melanjutkan langkahnya, ia terdiam ketika kakinya menendang sesuatu. Ia menunduk, mengernyitkan keningnya bingung. Terdapat sebuah tas kamera berwarna hitam, gadis itu mengambilnya lalu tersadar jika mungkin saja itu punya lelaki yang bertabrakan dengan dirinya barusan.
Ia berbalik badan berniat ingin memanggil lelaki itu, tetapi sosok tadi menghilang dengan cepat.
"Yah, udah ilang aja." Keluhnya.
"Lya!!" Panggil seseorang dari kejauhan.
Gadis bernama Lya itu menoleh ke sumber suara dan melihat Meyla, sahabat sekaligus teman sebangkunya di sekolah.
Meyla berlari menghampiri Lya. Ia sama herannya saat melihat tas kamera yang Lya pegang.
"Itu punya lo?"
Lya menggeleng. "Bukan. Tadi gue nggak sengaja tabrak laki-laki gitu. Dia kayanya lagi buru-buru juga sama kaya gue. Udah gitu dia marah-marah, abis itu dia pergi gitu aja. Gue yakin ini punya dia pasti."
Meyla mengangguk. "Yaudah ayo masuk. Kafe makin sore makin rame aja."
"Ayo."
"Nanti lo pulang dijemput Kak Zein?"
Lya menggidikkan bahu. "Nggak tau. Dia kan udah punya pacar. Pasti pentingin pacarnya lah dari pada gue."
"Yaudah, kan katanya lo mau cerita ke gue tentang si kedel-kedel itu."
Lya mengangguk semangat. "Gue pengen banget bikin hidup si Adel itu menderita. Gue nggak ikhlas dia rebut Kak Zein dari gue."
*****
Ditempat lain, Adel memasuki rumah dengan langkah terburu-buru. Sudah dua hari setelah perdebatan kecil dengan Zein yang diakhiri dengan permintaan maaf, ia merasa hubungannya dengan Zein sedikit renggang. Entahlah, mungkin mereka juga disibukkan dengan persiapan ujian nasional yang akan dilaksanakan sebentar lagi. Waktu mereka benar-benar terkuras untuk belajar dan belajar.
Belum lagi Gallan yang semakin hari sikapnya mulai berubah. Ia tidak seperti dulu, yang selalu menjahili Adel dan membuat hidup gadis itu tidak tenang. Ada rasa aneh yang menjalar di tubuhnya, ia tidak suka melihat perubahan Gallan. Tanpa sadar ia ingin Gallan kembali seperti dulu.
Setelah berganti pakaian rumahan, Adel melangkah menuju kamar lelaki itu. Ia tahu Gallan belum pulang. Ia rindu, ia benar-benar rindu dengan sosok Gallan yang menyebalkan.
Pintu kamar Gallan terbuka, lalu tanpa berpikir lagi Adel masuk dan menaiki ranjang tidur Gallan setelah menutup pintu.
"Lo kapan balik, sih, Gallan?" Monoton Adel.
KAMU SEDANG MEMBACA
STEP [LOVE] BROTHER
RomanceWARNING 🔞 [TAMAT] ****** #1 - anakkuliah Setelah pernikahan kedua orang tua mereka, Adelia dan Gallan menghadapi hidup sebagai saudara tiri yang selalu bertengkar setiap waktu. Pertemuan pertama Adelia dan Gallan tidak begitu baik. Bahkan mereka...
![STEP [LOVE] BROTHER](https://img.wattpad.com/cover/326084398-64-k368605.jpg)