_
27 - Get Well Soon
Taehyung mematikan mesin mobilnya setelah memasuki kawasan komplek dan menatap rumah ber-cat putih yang terlihat sunyi.
Hari menjelang sore, matahari sudah hampir tenggelam disebelah utara tetapi tidak memadamkan niat Taehyung yang sudah membara. Dia mengambil dua kotak plastik berisi makanan lalu keluar dari mobil, di hembuskannya nafas begitu dalam sebelum ia benar-benar melangkah yakin.
Taehyung memencet bel tiga kali baru pintu itu terbuka, menampilkan sosok paruh baya dengan pakaian kaos polos dan celan pendek.
"Hallo om, selamat sore. Aku temannya jungkoo di kampus," Taehyung mengulurkan tangannya, namun yang didapat hanya tatapan datar dari pemilik rumah.
"Kamu yang tadi pagi mengantar anak saya pulang? Mau apa kamu kesini?" Alih-alih disambut dengan baik, Donghae justru berkacak pinggang seolah seolah sedang menantang lawan bicaranya.
Sejujurnya, Taehyung memiliki seribu pertanyaan. Mengapa Jungkook tiba-tiba ada di rumah ini, mengapa Jungkook kembali muncul dengan wajahnya yang ter-ekspos di muka umum, mengapa lelaki dihadapannya sekarang mengaku sebagai ayahnya. Bukannya, orang tua Jungkook masih tinggal bersama dengan Jeon Wonwoo di daerah Busan, lalu siapa lelaki ini? Yang pasti dia adalah orang yang berpengaruh besar bagi Jungkook sampai-sampai ketakutan terhadap dunia luar saja bisa ia lawan. Taehyung harus mencari taunya.
"Aku kesini mau kasih jungkoo makanan om, kebetulan tadi di kampus ada bazar, karena jungkoo ga sempet jajan dan tiba-tiba sakit, jadi aku belikan saja. Aku juga bawa pizza untuk om," lagi-lagi, uluran kantong plastik berisi pizza itu tidak disambut oleh Donghae. Taehyung tetap sabar.
"Apa tujuan kamu? Anak saya bilang dia tidak kenal kamu, tapi kamu dengan berani datang ke rumah menemui saya, dua kali dengan sekarang."
"Aku tidak ada maksud apa-apa om, cuman ingin ngasih makanan bazar sekalian menjenguk. Junkoo sudah saya anggap sebagai teman, tapi kalo boleh om izinkan, saya mau sekedar lebih dari teman,"
Katakan Taehyung nekat, cuma berbekal sekotak pizza saja sudah berani meminta restu untuk mendekati anak orang. Masuk rumahnya pun belum pernah, dan yang terpenting, belum tentu Jungkook mau.
"Jadi kamu bawa pizza hanya untuk menyogok saya?" Tanya Donghae membuat Taehyung gelagapan.
"Eh ti-tidak om. Tadi aku disuruh ibu beli pizza untuk di rumah, karena aku niat mau kesini jadi sekalian beli. Lagi pula aku selalu di ajarkan Appa-ku kalo bertamu ke rumah orang harus bawa buah tangan, jangan tangan kosong," jawab Taehyung jujur dan apa adanya.
"Bagus juga ajaran Appamu itu,"
"Terimakasih kasih om,"
"Kenapa terima kasih?"
"Eh, salah ya? Maaf om,"
"Gugup ya?" Tanya Donghae datar.
"Iya om, sedikit."
"Siapa namamu?"
"Kim Taehyung Darmawangsa om,"
"Sebentar, namamu seperti tidak asing. Siapa nama Appamu?"
Taehyung sempat ragu, namun tetap menjawab pertanyaan Donghae.
"Kim Daehi Darmawangsa,"
Entah mengapa, beberapa detik menjadi hening seketika, namun setelahnya Donghae tiba-tiba tersenyum ramah dan menurunkan tangannya dari pinggang. Haruskah Taehyung waspada?
KAMU SEDANG MEMBACA
Ugly rabbit - taekook
FanfictionKetika hidup dipenuhi dengan dendam. Merekapun saling memberi luka dan menoreh kenangan buruk tidak berujung. Pantaskah pendosa seperti mereka mendapatkan kebahagiaan? SLOW UPDATE~ TW: - BXB - Angst - Bahasa non-formal - cursing dimana-mana
